#GAPenerbitQanita Instagram Photos & Videos

GAPenerbitQanita - 49 posts

Hashtag Popularity

51.9
average comments
206.3
average likes

Latest #GAPenerbitQanita Posts

  • Saatnya pengumuman giveaway! Akhirnya setelah mengumpulkan survey dan rekap data, admin share siapa aja para pemenangnya😄
.
.
Selamat ya kepada para pemenang! Terima kasih sudah berpartisipasi dalam giveaway kali ini. Tunggu giveawa lainnya yaa! .
.
Untuk verifikasi ulang, bagi para pemenang silakan kirim alamat lengkap via DM. .
.
#Giveaway #GAPenerbitqanita
  • Saatnya pengumuman giveaway! Akhirnya setelah mengumpulkan survey dan rekap data, admin share siapa aja para pemenangnya😄
    .
    .
    Selamat ya kepada para pemenang! Terima kasih sudah berpartisipasi dalam giveaway kali ini. Tunggu giveawa lainnya yaa! .
    .
    Untuk verifikasi ulang, bagi para pemenang silakan kirim alamat lengkap via DM. .
    .
    #Giveaway #GAPenerbitqanita

  •  102  3  16 November, 2018
  • #Repost @maya_yudhianto (@get_repost)
・・・
@gerakan_1week1book #oneweekonebook
15092018 - 17092018

SENSE AND SENSIBILITY by Jane Austin

Buku dari @penerbitqanita ini bercerita tentang Eleanor dan Marianne, dua bersaudara Keluarga Dashwood yang telah memasuki usia siap nikah pada lingkungan masyarakat abad ke-18 di Inggris. Kehidupan yang sarat dengan nuansa perjodohan, harta warisan, skandal, dan tuntutan harus sempurna di masyarakat. Kehidupan yang menilai seseorang dari harta, status sosial, dan kedudukan terhormat yang diwariskan turun temurun dalam suatu keluarga.

Dalam kondisi masyarakat seperti itulah Elinor dan Marianne berusaha mencari cinta sejati mereka. Perjalanan yang seperti mendaki gunung, turuni lembah, dan sebrangi lautan 😊

Elinor cenderung pendiam, penuh tata krama, rasional, dan tidak suka mengumbar perasaan, sehingga saat dia jatuh cinta ; bahkan patah hati, tak ada yang tahu. Sedang sang adik, Marianne, seperti buku terbuka. Saat jatuh cinta, apalagi patah hati, 'seluruh dunia' tahu dan menghiburnya, terutama sang kakak. Padahal di saat yang sama, sang kakak juga sedang tersiksa karena cinta #tsaaah 😁
.
.
Tokoh-tokoh di buku ini paket lengkap : ada yang berkepribadian kuat, tegar, logis, dan penuh harga diri ; ada yang manja, perasa, matre ; ada juga yang mementingkan harta (gelar dan warisan), tak peduli apakah harga diri hilang, dll.
.
.
Jujur, sebenarnya aku lebih suka kalau Elinor sama Kolonel Brandon aja ; sama-sama dewasa, sama-sama rasional. Tapi kalau dipikir lagi, if mereka berjodoh, datar sekali rumah tangga mereka ya. Dan mungkin karakter mereka yang kuat itu ga berguna karena pasangannya juga setipe 😁. Yang jelas, ketika selesai baca buku ini, fix kalau Jane Austin adalah ratu cerita romance klasik 😊

Oh ya, satu lagi... Baca buku ini berasa sedang 'liat/stalking' akun IG para sosialita 😛

Pahamkah maksudnya, teman-teman?

Masih dalam rangka #GAPenerbitQanita, ayo ikutan @y0nea, @madamechandra.reads @wordsnpages_melani3

3,5⭐/5
#MayaMembaca
Book 50 on #BOMC2018
Book 74 on 17092018

#bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookahol
  • #Repost @maya_yudhianto (@get_repost)
    ・・・
    @gerakan_1week1book #oneweekonebook
    15092018 - 17092018

    SENSE AND SENSIBILITY by Jane Austin

    Buku dari @penerbitqanita ini bercerita tentang Eleanor dan Marianne, dua bersaudara Keluarga Dashwood yang telah memasuki usia siap nikah pada lingkungan masyarakat abad ke-18 di Inggris. Kehidupan yang sarat dengan nuansa perjodohan, harta warisan, skandal, dan tuntutan harus sempurna di masyarakat. Kehidupan yang menilai seseorang dari harta, status sosial, dan kedudukan terhormat yang diwariskan turun temurun dalam suatu keluarga.

    Dalam kondisi masyarakat seperti itulah Elinor dan Marianne berusaha mencari cinta sejati mereka. Perjalanan yang seperti mendaki gunung, turuni lembah, dan sebrangi lautan 😊

    Elinor cenderung pendiam, penuh tata krama, rasional, dan tidak suka mengumbar perasaan, sehingga saat dia jatuh cinta ; bahkan patah hati, tak ada yang tahu. Sedang sang adik, Marianne, seperti buku terbuka. Saat jatuh cinta, apalagi patah hati, 'seluruh dunia' tahu dan menghiburnya, terutama sang kakak. Padahal di saat yang sama, sang kakak juga sedang tersiksa karena cinta #tsaaah 😁
    .
    .
    Tokoh-tokoh di buku ini paket lengkap : ada yang berkepribadian kuat, tegar, logis, dan penuh harga diri ; ada yang manja, perasa, matre ; ada juga yang mementingkan harta (gelar dan warisan), tak peduli apakah harga diri hilang, dll.
    .
    .
    Jujur, sebenarnya aku lebih suka kalau Elinor sama Kolonel Brandon aja ; sama-sama dewasa, sama-sama rasional. Tapi kalau dipikir lagi, if mereka berjodoh, datar sekali rumah tangga mereka ya. Dan mungkin karakter mereka yang kuat itu ga berguna karena pasangannya juga setipe 😁. Yang jelas, ketika selesai baca buku ini, fix kalau Jane Austin adalah ratu cerita romance klasik 😊

    Oh ya, satu lagi... Baca buku ini berasa sedang 'liat/stalking' akun IG para sosialita 😛

    Pahamkah maksudnya, teman-teman?

    Masih dalam rangka #GAPenerbitQanita, ayo ikutan @y0nea, @madamechandra.reads @wordsnpages_melani3

    3,5⭐/5
    #MayaMembaca
    Book 50 on #BOMC2018
    Book 74 on 17092018

    #bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookahol

  •  21  0  19 September, 2018
  • Sebenarnya lumayan bingung jika harus milih buku mana yang paling favorit dari @penerbitqanita 🙇. Ada beberapa yang paling aku suka dan sampai sekarang masih membekas 😂
.
1. Salah satu buku terbaik yang pernah kubaca, To Kill A Mockingbird karya Harper Lee. Cerita kemanusiaan yang disampaikan begitu apik dengan latar pada abad ke-20. Bagaimana ketidakadilan sering kali terjadi pada kaum minoritas. Aku suka dengan tokoh-tokohnya terutama Atticus dan Scout. Atticus sosok ayah bijaksana dan Scout, anak perempuan berusia 8 tahun yang cerdas dan kritis. Tema yang diangkat sebenarnya berat tentang rasisme. Tapi lewat penuturan Scout dengan dialog-dialog khas anak kecil yang segar jadi lebih mudah dipahami.
.
2. Salah satu novel klasik favoritku, Anne karya Lucy M. Montgomery. Tokoh Anne mengingatkanku pada keponakan aku sendiri. Hal yang paling mirip antara Anne dengan keponakanku itu cerewetnya. Jika Anne selalu menjawab pertanyaan ibu/ayah angkatnya dengan beberapa paragraf panjang, maka keponakan aku pernah mengobrol tanpa henti dari Sukabumi ke tol Cileunyi, Bandung saat arus balik lebaran 😂. Kebayang itu berapa jam dan diiringi dengan teriakan-teriakan 😂. Karena inilah aku suka dengan Anne, tokohnya seperti nyata dan terasa dekat.
.
3. Salah satu romance klasik yang paling aku suka Pride and Prejudice karya Jane Austen. Pertama kalinya aku mencoba bacaan klasik lewat Pride & Prejudice. Awal-awal terasa sulit, pertama kalinya membaca dengan alur yang begitu lambat. Tetapi seiring waktu justru aku menikmati kisah-kisah klasik. Benar guys, cinta datang karena terbiasa 😂.
Dengan karakter Elizabeth dan Mr. Darcy yang sama-sama kuat & berkarisma. Mudah saja jatuh cinta dengan keduanya. Suka dengan pesan yang ingin disampaikan Jane Austen, jangan terlalu berprasangka kepada seseorang ❤.
.
4. Pertama kali aku berkenalan dengan John Green lewat the Fault In Our Stars, karena baru pertama kali membaca karya beliau, aku nggak menaruh ekspektasi apa-apa. Tapi ternyata justru aku jatuh cinta dengan tulisan John Green ❤. The Fault In Our Stars, romance remaja yang manis sekaligus membuat patah hati.
.
Yuk ikutan #GAPenerbitQanita @kiranathya31 @g_lacita @viadravia 🙌🙌
  • Sebenarnya lumayan bingung jika harus milih buku mana yang paling favorit dari @penerbitqanita 🙇. Ada beberapa yang paling aku suka dan sampai sekarang masih membekas 😂
    .
    1. Salah satu buku terbaik yang pernah kubaca, To Kill A Mockingbird karya Harper Lee. Cerita kemanusiaan yang disampaikan begitu apik dengan latar pada abad ke-20. Bagaimana ketidakadilan sering kali terjadi pada kaum minoritas. Aku suka dengan tokoh-tokohnya terutama Atticus dan Scout. Atticus sosok ayah bijaksana dan Scout, anak perempuan berusia 8 tahun yang cerdas dan kritis. Tema yang diangkat sebenarnya berat tentang rasisme. Tapi lewat penuturan Scout dengan dialog-dialog khas anak kecil yang segar jadi lebih mudah dipahami.
    .
    2. Salah satu novel klasik favoritku, Anne karya Lucy M. Montgomery. Tokoh Anne mengingatkanku pada keponakan aku sendiri. Hal yang paling mirip antara Anne dengan keponakanku itu cerewetnya. Jika Anne selalu menjawab pertanyaan ibu/ayah angkatnya dengan beberapa paragraf panjang, maka keponakan aku pernah mengobrol tanpa henti dari Sukabumi ke tol Cileunyi, Bandung saat arus balik lebaran 😂. Kebayang itu berapa jam dan diiringi dengan teriakan-teriakan 😂. Karena inilah aku suka dengan Anne, tokohnya seperti nyata dan terasa dekat.
    .
    3. Salah satu romance klasik yang paling aku suka Pride and Prejudice karya Jane Austen. Pertama kalinya aku mencoba bacaan klasik lewat Pride & Prejudice. Awal-awal terasa sulit, pertama kalinya membaca dengan alur yang begitu lambat. Tetapi seiring waktu justru aku menikmati kisah-kisah klasik. Benar guys, cinta datang karena terbiasa 😂.
    Dengan karakter Elizabeth dan Mr. Darcy yang sama-sama kuat & berkarisma. Mudah saja jatuh cinta dengan keduanya. Suka dengan pesan yang ingin disampaikan Jane Austen, jangan terlalu berprasangka kepada seseorang ❤.
    .
    4. Pertama kali aku berkenalan dengan John Green lewat the Fault In Our Stars, karena baru pertama kali membaca karya beliau, aku nggak menaruh ekspektasi apa-apa. Tapi ternyata justru aku jatuh cinta dengan tulisan John Green ❤. The Fault In Our Stars, romance remaja yang manis sekaligus membuat patah hati.
    .
    Yuk ikutan #GAPenerbitQanita @kiranathya31 @g_lacita @viadravia 🙌🙌

  •  180  50  18 September, 2018
  • Kalau tidak salah, tahun lalu ambu baca dua suspense-thriller dari penulis kesayangan, Michelle Paver. Dark Matter dan Thin Air. Keduanya berlokasi di daerah eksterm dingin: satu di Antartika dan satu lagi di Himalaya.
.
.
Tanpa disadari, pemilihan lokasi ekstra dingin itu menambah efek merinding, chills begitu.
.
.
Begitu pula dengan salah satu terbitan @penerbitqanita ini, yang sebenarnya sudah diterbitkan 2015 tapi baru kubaca hari-hari kemarin karena baru dapet di acara #OutoftheBoox xD Lokasinya bukan di daerah ekstrem dingin sih, tapi kebanyakan mengambil waktu musim dingin, musim salju. Efek chills-nya dapet. Meningkatkan rasa merinding.
.
.
Dan ambu baru sadar kalau ambu suka efek itu. Ada yang tahu, judul-judul buku apalagi yang punya efek serupa? Suspense-thriller, horor boleh tapi jangan horor hantu lebay xD dengan lokasi atau waktu yang ekstrem dingin begini...
.
.
Dimasukkan sebagai entry giveaway @penerbitqanita pada menit-menit terakhir. Colek @marryyaana @lathifah_thif @adenurmarita
.
.
#GAPenerbitQanita
#GiveawayBuku
#GiveawayIndonesia
#GAPenerbitMizan
#Mizan35
#PenerbitQanita
  • Kalau tidak salah, tahun lalu ambu baca dua suspense-thriller dari penulis kesayangan, Michelle Paver. Dark Matter dan Thin Air. Keduanya berlokasi di daerah eksterm dingin: satu di Antartika dan satu lagi di Himalaya.
    .
    .
    Tanpa disadari, pemilihan lokasi ekstra dingin itu menambah efek merinding, chills begitu.
    .
    .
    Begitu pula dengan salah satu terbitan @penerbitqanita ini, yang sebenarnya sudah diterbitkan 2015 tapi baru kubaca hari-hari kemarin karena baru dapet di acara #OutoftheBoox xD Lokasinya bukan di daerah ekstrem dingin sih, tapi kebanyakan mengambil waktu musim dingin, musim salju. Efek chills-nya dapet. Meningkatkan rasa merinding.
    .
    .
    Dan ambu baru sadar kalau ambu suka efek itu. Ada yang tahu, judul-judul buku apalagi yang punya efek serupa? Suspense-thriller, horor boleh tapi jangan horor hantu lebay xD dengan lokasi atau waktu yang ekstrem dingin begini...
    .
    .
    Dimasukkan sebagai entry giveaway @penerbitqanita pada menit-menit terakhir. Colek @marryyaana @lathifah_thif @adenurmarita
    .
    .
    #GAPenerbitQanita
    #GiveawayBuku
    #GiveawayIndonesia
    #GAPenerbitMizan
    #Mizan35
    #PenerbitQanita

  •  63  6  18 September, 2018
  • Dear Penerbit Qanita, ⁣
⁣
Saya ingin berterima kasih karena sudah menerbitkan buku-buku ini. Buku-buku ini adalah awal mula saya mencintai Lucy Maud Montgomery, dan cinta saya berlanjut hingga saat ini 💗 ⁣
⁣
Berawal dari pameran buku tahun 2008, kalau tidak salah. Saya, yang waktu itu masih SMP, melihat terjemahan 'Anne of Green Gables' untuk pertama kalinya. ⁣
⁣
Teringat pernah melihat judulnya di buku lain, saya memutuskan untuk membelinya. ⁣
⁣
Lalu, saya jatuh cinta. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta pada Anne, seorang pemimpi yang puitis, sama seperti saya. Orang-orang melihatnya sebagai gadis yang aneh, tapi rasa optimismenya menular pada sekitarnya. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta pada Gilbert, pemuda yang memanggil Anne Shirley 'wortel' pada hari pertama sekolahnya, dan memenangkan hati Anne di buku ketiga. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta, sekaligus ikut iri pada Diana Barry, sosok sahabat yang sempurna: cantik, baik hati, dan berkecukupan, tapi tetap setia mendukung Anne, apa pun yang dilakukannya.⁣
⁣
 Matthew dan Marilla Curthbert terasa seperti orangtua bagi saya, dan ketika Matthew meninggal dunia, saya menangis. ⁣
⁣
Saya mengikuti Anne Shirley, dari masa kecilnya, masa remajanya, hingga masa dewasanya, ketika anak-anaknya menggantikan posisi Diana, Anne, dan Gilbert. ⁣
⁣
Saya tumbuh bersama Anne, karena dalam banyak hal, saya adalah Anne. ⁣
⁣
Anne juga lah yang membuat saya mencintai Montgomery, dan mengoleksi karya-karya beliau hingga sekarang. ⁣
⁣
Koleksi saya jauh dari lengkap, tapi suatu saat saya ingin membuat rak khusus untuk karya-karya beliau 📒⁣
⁣
Terima Kasih, telah mempetemukan saya dengan salah satu penulis yang menjadi panutan saya, dan salah satu tokoh yang selalu saya cintai 💗⁣
⁣
Love, ⁣
F. ⁣
⁣
Adakah tokoh yang kalian cintai juga @resireads_ @potabook @melybrary?⁣
⁣
#GAPenerbitQanita
  • Dear Penerbit Qanita, ⁣

    Saya ingin berterima kasih karena sudah menerbitkan buku-buku ini. Buku-buku ini adalah awal mula saya mencintai Lucy Maud Montgomery, dan cinta saya berlanjut hingga saat ini 💗 ⁣

    Berawal dari pameran buku tahun 2008, kalau tidak salah. Saya, yang waktu itu masih SMP, melihat terjemahan 'Anne of Green Gables' untuk pertama kalinya. ⁣

    Teringat pernah melihat judulnya di buku lain, saya memutuskan untuk membelinya. ⁣

    Lalu, saya jatuh cinta. ⁣

    Saya jatuh cinta pada Anne, seorang pemimpi yang puitis, sama seperti saya. Orang-orang melihatnya sebagai gadis yang aneh, tapi rasa optimismenya menular pada sekitarnya. ⁣

    Saya jatuh cinta pada Gilbert, pemuda yang memanggil Anne Shirley 'wortel' pada hari pertama sekolahnya, dan memenangkan hati Anne di buku ketiga. ⁣

    Saya jatuh cinta, sekaligus ikut iri pada Diana Barry, sosok sahabat yang sempurna: cantik, baik hati, dan berkecukupan, tapi tetap setia mendukung Anne, apa pun yang dilakukannya.⁣

    Matthew dan Marilla Curthbert terasa seperti orangtua bagi saya, dan ketika Matthew meninggal dunia, saya menangis. ⁣

    Saya mengikuti Anne Shirley, dari masa kecilnya, masa remajanya, hingga masa dewasanya, ketika anak-anaknya menggantikan posisi Diana, Anne, dan Gilbert. ⁣

    Saya tumbuh bersama Anne, karena dalam banyak hal, saya adalah Anne. ⁣

    Anne juga lah yang membuat saya mencintai Montgomery, dan mengoleksi karya-karya beliau hingga sekarang. ⁣

    Koleksi saya jauh dari lengkap, tapi suatu saat saya ingin membuat rak khusus untuk karya-karya beliau 📒⁣

    Terima Kasih, telah mempetemukan saya dengan salah satu penulis yang menjadi panutan saya, dan salah satu tokoh yang selalu saya cintai 💗⁣

    Love, ⁣
    F. ⁣

    Adakah tokoh yang kalian cintai juga @resireads_ @potabook @melybrary?⁣

    #GAPenerbitQanita

  •  51  6  18 September, 2018
  • @gerakan_1week1book #oneweekonebook
15092018 - 17092018

SENSE AND SENSIBILITY by Jane Austin

Buku dari @penerbitqanita ini bercerita tentang Eleanor dan Marianne, dua bersaudara Keluarga Dashwood yang telah memasuki usia siap nikah pada lingkungan masyarakat abad ke-18 di Inggris. Kehidupan yang sarat dengan nuansa perjodohan, harta warisan, skandal, dan tuntutan harus sempurna di masyarakat. Kehidupan yang menilai seseorang dari harta, status sosial, dan kedudukan terhormat yang diwariskan turun temurun dalam suatu keluarga.

Dalam kondisi masyarakat seperti itulah Elinor dan Marianne berusaha mencari cinta sejati mereka. Perjalanan yang seperti mendaki gunung, turuni lembah, dan sebrangi lautan 😊

Elinor cenderung pendiam, penuh tata krama, rasional, dan tidak suka mengumbar perasaan, sehingga saat dia jatuh cinta ; bahkan patah hati, tak ada yang tahu. Sedang sang adik, Marianne, seperti buku terbuka. Saat jatuh cinta, apalagi patah hati, 'seluruh dunia' tahu dan menghiburnya, terutama sang kakak. Padahal di saat yang sama, sang kakak juga sedang tersiksa karena cinta #tsaaah 😁
.
.
Tokoh-tokoh di buku ini paket lengkap : ada yang berkepribadian kuat, tegar, logis, dan penuh harga diri ; ada yang manja, perasa, matre ; ada juga yang mementingkan harta (gelar dan warisan), tak peduli apakah harga diri hilang, dll.
.
.
Jujur, sebenarnya aku lebih suka kalau Elinor sama Kolonel Brandon aja ; sama-sama dewasa, sama-sama rasional. Tapi kalau dipikir lagi, if mereka berjodoh, datar sekali rumah tangga mereka ya. Dan mungkin karakter mereka yang kuat itu ga berguna karena pasangannya juga setipe 😁. Yang jelas, ketika selesai baca buku ini, fix kalau Jane Austin adalah ratu cerita romance klasik 😊

Oh ya, satu lagi... Baca buku ini berasa sedang 'liat/stalking' akun IG para sosialita 😛

Pahamkah maksudnya, teman-teman?

Masih dalam rangka #GAPenerbitQanita, ayo ikutan @y0nea, @madamechandra.reads @wordsnpages_melani3

3,5⭐/5
#MayaMembaca
Book 50 on #BOMC2018
Book 74 on 17092018

#bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookaholic #bibliobibuliID #senseandsensibility
  • @gerakan_1week1book #oneweekonebook
    15092018 - 17092018

    SENSE AND SENSIBILITY by Jane Austin

    Buku dari @penerbitqanita ini bercerita tentang Eleanor dan Marianne, dua bersaudara Keluarga Dashwood yang telah memasuki usia siap nikah pada lingkungan masyarakat abad ke-18 di Inggris. Kehidupan yang sarat dengan nuansa perjodohan, harta warisan, skandal, dan tuntutan harus sempurna di masyarakat. Kehidupan yang menilai seseorang dari harta, status sosial, dan kedudukan terhormat yang diwariskan turun temurun dalam suatu keluarga.

    Dalam kondisi masyarakat seperti itulah Elinor dan Marianne berusaha mencari cinta sejati mereka. Perjalanan yang seperti mendaki gunung, turuni lembah, dan sebrangi lautan 😊

    Elinor cenderung pendiam, penuh tata krama, rasional, dan tidak suka mengumbar perasaan, sehingga saat dia jatuh cinta ; bahkan patah hati, tak ada yang tahu. Sedang sang adik, Marianne, seperti buku terbuka. Saat jatuh cinta, apalagi patah hati, 'seluruh dunia' tahu dan menghiburnya, terutama sang kakak. Padahal di saat yang sama, sang kakak juga sedang tersiksa karena cinta #tsaaah 😁
    .
    .
    Tokoh-tokoh di buku ini paket lengkap : ada yang berkepribadian kuat, tegar, logis, dan penuh harga diri ; ada yang manja, perasa, matre ; ada juga yang mementingkan harta (gelar dan warisan), tak peduli apakah harga diri hilang, dll.
    .
    .
    Jujur, sebenarnya aku lebih suka kalau Elinor sama Kolonel Brandon aja ; sama-sama dewasa, sama-sama rasional. Tapi kalau dipikir lagi, if mereka berjodoh, datar sekali rumah tangga mereka ya. Dan mungkin karakter mereka yang kuat itu ga berguna karena pasangannya juga setipe 😁. Yang jelas, ketika selesai baca buku ini, fix kalau Jane Austin adalah ratu cerita romance klasik 😊

    Oh ya, satu lagi... Baca buku ini berasa sedang 'liat/stalking' akun IG para sosialita 😛

    Pahamkah maksudnya, teman-teman?

    Masih dalam rangka #GAPenerbitQanita, ayo ikutan @y0nea, @madamechandra.reads @wordsnpages_melani3

    3,5⭐/5
    #MayaMembaca
    Book 50 on #BOMC2018
    Book 74 on 17092018

    #bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookaholic #bibliobibuliID #senseandsensibility

  •  128  12  18 September, 2018
  • "Dear old world', she murmured, 'you are very lovely, and I am glad to be alive in you." - 
L.M. Montgomery, Anne of Green Gables 🍀🌿
.
.
Diantara semua buku @penerbitqanita yang ada di foto
dan yang paling jadi favoritku adalah Anne of Green Gables. Bukan. Bukan karena yg lainnya kurang kusukai, tapi… belum kubaca… 😳✌ jadi aku tidak bisa membandingkan dg lainnya. 
Aku baru baca Leafie ( ini bagus banget juga! ), Beauty and the Beast, dan Juliet ( aku suka buku ini karena banyak sekali mengulas tentang kisah hidup Juliet di masa lalu dan misteri yg meliputinya. Bagi penggemar Romeo-Juliet, buku ini rekomended! Tp jangan tanya detailnya krn aku sdh agak-agak lupa ceritanya… 😓✌)
.
.
Kembali ke Anne of Green Gables. Aku pernah mereview buku tersebut dan memberi rate 4.75 ⭐ kurasa, AoGG ini salah satu bacaan terfavoritku tahun ini 🙌
Hampir semua yg kusukai kutulis di sana. Dan sekarang aku akan menyingkatnya

Pertama, aku suka banget dg cover edisi ini. Simple tapi kesannya sangat sepanjang masa. Warna dan pilihan font-nya cantik sekali
Untuk isinya sendiri, keseharian Anne si gadis kecil yg sangat cerewet, juara berimajinasi dan berani mampu menghibur dan memulihkanku dari perasaan kurang semangat membaca buku pada waktu itu. 
Semua karakternya khas dan banyak hal-hal yg dipelajari dari kepribadian masing². Nilai-nilai kearifannya membuat buku ini layak ditempatkan sebagai buku klasik terbaik sepanjang masa. Bijaksana tapi tidak bersifat menggurui

Apa lagi yaaa… uum, Anne of Green Gables ini rekomended banget. Bagi teman² yg kebetulan belum pernah mencoba bacaan genre klasik, AoGG bisa jadi permulaan. Buku ini seru dan keren. Deskripsi tentang alamnya sangat ngena dan membuat kita seolah berada di sana. Tidak bertele-tele yg berpotensial bikin bosan baca. Selain itu, buku ini penuh kasih sayang. Kepada sahabat, keluarga, tetangga, guru, orang-orang yang lebih tua dan alam sekitar 🙌🌿
.
.
P.s: saat ini Pride and Prejudice dan Great Expectation menatapku marah karena lupa kuajak foto… 😂✌
.
.
Yg belum ikutan, yuk @vivin_yosiana
@anywdk.books @yessielrismar .
.
#GApenerbitqanita #mizan35 #classic #quotes 
#GApenerbitMizan
#nature #bookstagram #bookandnature
  • "Dear old world', she murmured, 'you are very lovely, and I am glad to be alive in you." -
    L.M. Montgomery, Anne of Green Gables 🍀🌿
    .
    .
    Diantara semua buku @penerbitqanita yang ada di foto
    dan yang paling jadi favoritku adalah Anne of Green Gables. Bukan. Bukan karena yg lainnya kurang kusukai, tapi… belum kubaca… 😳✌ jadi aku tidak bisa membandingkan dg lainnya.
    Aku baru baca Leafie ( ini bagus banget juga! ), Beauty and the Beast, dan Juliet ( aku suka buku ini karena banyak sekali mengulas tentang kisah hidup Juliet di masa lalu dan misteri yg meliputinya. Bagi penggemar Romeo-Juliet, buku ini rekomended! Tp jangan tanya detailnya krn aku sdh agak-agak lupa ceritanya… 😓✌)
    .
    .
    Kembali ke Anne of Green Gables. Aku pernah mereview buku tersebut dan memberi rate 4.75 ⭐ kurasa, AoGG ini salah satu bacaan terfavoritku tahun ini 🙌
    Hampir semua yg kusukai kutulis di sana. Dan sekarang aku akan menyingkatnya

    Pertama, aku suka banget dg cover edisi ini. Simple tapi kesannya sangat sepanjang masa. Warna dan pilihan font-nya cantik sekali
    Untuk isinya sendiri, keseharian Anne si gadis kecil yg sangat cerewet, juara berimajinasi dan berani mampu menghibur dan memulihkanku dari perasaan kurang semangat membaca buku pada waktu itu.
    Semua karakternya khas dan banyak hal-hal yg dipelajari dari kepribadian masing². Nilai-nilai kearifannya membuat buku ini layak ditempatkan sebagai buku klasik terbaik sepanjang masa. Bijaksana tapi tidak bersifat menggurui

    Apa lagi yaaa… uum, Anne of Green Gables ini rekomended banget. Bagi teman² yg kebetulan belum pernah mencoba bacaan genre klasik, AoGG bisa jadi permulaan. Buku ini seru dan keren. Deskripsi tentang alamnya sangat ngena dan membuat kita seolah berada di sana. Tidak bertele-tele yg berpotensial bikin bosan baca. Selain itu, buku ini penuh kasih sayang. Kepada sahabat, keluarga, tetangga, guru, orang-orang yang lebih tua dan alam sekitar 🙌🌿
    .
    .
    P.s: saat ini Pride and Prejudice dan Great Expectation menatapku marah karena lupa kuajak foto… 😂✌
    .
    .
    Yg belum ikutan, yuk @vivin_yosiana
    @anywdk.books @yessielrismar .
    .
    #GApenerbitqanita #mizan35 #classic #quotes
    #GApenerbitMizan
    #nature #bookstagram #bookandnature

  •  362  53  18 September, 2018
  • "Holla para gengs..🤗..met hari selasa yes..!!
..
Menurut para gengs sekalian buku apa sik yang paling terfavorit dari @penerbitqanita ??
..
Kalo akutu memfavoritkan dua diantara banyaknya buku berkualitas yang diterbitkan @penerbitqanita yang dimana satu buku ini bisa membuat akutu tertawa,dan satu buku yang lain membuat menangis..😄
.
Yang pertama buku yang membuat tertawa yaitu buku karya Lucy M. Montgomery yang judulnya Anne of Green Gables. Dibuku ini akutu bener-bener dibikin masuk kedalam imajinasi-imajinasi seorang anak yang kadang sangat menggelikan, penuh celotehan ajaib yang kadang akutu ngebayangin gimana jadinya kalo beneran ada tuh anak terus ngobrol ma ku gitu, keknya pusing juga dengerin ocehannya yang gak da hentinya. 😅
Dan bagiku ini buku sangat menarik dan tidak membosankan. Ditambah dengan cover bukunya yang aduhai dan seragam dengan beberapa buku yang lain meskipun baru punya empat diantaranya (yang lain gak nongol dipoto ni soalny ku simpen ditempat laen 😅)
.
Dan buku yang membuat hati luluh lantah teriris-iris, buku karya Khaled Hosseini.
Buku yang membuat akutu menjadi fans baba Hosseini. The kite Runner, buku yang menggambarkan tentang mereka-mereka yang menjadi korban perang.tentang keluarga, tentang persahabatan, persaudaraan , kasih sayang dan penderitaan.
Bagiku ini buku sangat menyentuh dan ketika para gengs meresapi dan masuk kedalam cerita perjalanan hidup Amir dan Hasan ni, tak usah malu-malu untuk meneteskan air mata ataupun hanya sekedar berkaca-kaca..😁
..
Yaaap..itu dua buku yang terfavorit diantara buku terbitan @penerbitqanita Yang lain..
Dan buat para gengs , buku mana sik yang jd favorit kalian dari penerbit tersebut..?
.
.
Bagi kalian @annienamiez
@andriipurna @entangkosasih ramaikan #GAPenerbitQanita yuk 🤗.
...
#gapenerbitmizan #giveawaybuku #giveawayindonesia #penerbitmizan #mizan35 #anneofgreengables #thekiterunner #booklover #bookstagramindonesia #bookaddict #bookphotography #igbook #kutubuku #classicbook #igphotography #iglover #marimembaca #salamliterasi
  • "Holla para gengs..🤗..met hari selasa yes..!!
    ..
    Menurut para gengs sekalian buku apa sik yang paling terfavorit dari @penerbitqanita ??
    ..
    Kalo akutu memfavoritkan dua diantara banyaknya buku berkualitas yang diterbitkan @penerbitqanita yang dimana satu buku ini bisa membuat akutu tertawa,dan satu buku yang lain membuat menangis..😄
    .
    Yang pertama buku yang membuat tertawa yaitu buku karya Lucy M. Montgomery yang judulnya Anne of Green Gables. Dibuku ini akutu bener-bener dibikin masuk kedalam imajinasi-imajinasi seorang anak yang kadang sangat menggelikan, penuh celotehan ajaib yang kadang akutu ngebayangin gimana jadinya kalo beneran ada tuh anak terus ngobrol ma ku gitu, keknya pusing juga dengerin ocehannya yang gak da hentinya. 😅
    Dan bagiku ini buku sangat menarik dan tidak membosankan. Ditambah dengan cover bukunya yang aduhai dan seragam dengan beberapa buku yang lain meskipun baru punya empat diantaranya (yang lain gak nongol dipoto ni soalny ku simpen ditempat laen 😅)
    .
    Dan buku yang membuat hati luluh lantah teriris-iris, buku karya Khaled Hosseini.
    Buku yang membuat akutu menjadi fans baba Hosseini. The kite Runner, buku yang menggambarkan tentang mereka-mereka yang menjadi korban perang.tentang keluarga, tentang persahabatan, persaudaraan , kasih sayang dan penderitaan.
    Bagiku ini buku sangat menyentuh dan ketika para gengs meresapi dan masuk kedalam cerita perjalanan hidup Amir dan Hasan ni, tak usah malu-malu untuk meneteskan air mata ataupun hanya sekedar berkaca-kaca..😁
    ..
    Yaaap..itu dua buku yang terfavorit diantara buku terbitan @penerbitqanita Yang lain..
    Dan buat para gengs , buku mana sik yang jd favorit kalian dari penerbit tersebut..?
    .
    .
    Bagi kalian @annienamiez
    @andriipurna @entangkosasih ramaikan #GAPenerbitQanita yuk 🤗.
    ...
    #gapenerbitmizan #giveawaybuku #giveawayindonesia #penerbitmizan #mizan35 #anneofgreengables #thekiterunner #booklover #bookstagramindonesia #bookaddict #bookphotography #igbook #kutubuku #classicbook #igphotography #iglover #marimembaca #salamliterasi

  •  62  8  18 September, 2018
  • Finally 😁
.
Seri Horor Klasik dari @penerbitqanita yang menurutku paling oke punya yaitu FRANKENSTEIN by Mary Sheley.
.
Tadinya mau ikutan #GAPenerbitQanita, lah ku punya buku-buku Qanita masih seupil dan sebagian ada di rumah, ini malahan campur penerbit lain 😆, jadi malu rasanya kalau ikutan 😄 ... Dan, mending review the Women in Black bae lah.
.
● THE WOMEN IN BLACK
.
Filmnya sudah duluan nonton, yang dibintangi sama si The Boy Who Life atau lebih tepatnya Harry James Potter, atau sebutan Muggle-nya Daniel Radcliffe. BTW, Frankenstein juga Daniel yang main.
.
Filmnya B aja sih, bahkan bikin ngantuk. Aku malah suka film keduanya The Women In Black: Angel of Death, yang pemainnya juga ada Emaknya Draco Malfoy, yep Narcissa Malfoy 😁 ..... Film keduanya lumayan serem dan menggigil.
.
Bukunya bagaimana? Hmmmm, depan dan ending beda sama difilm ya, tengah-tengahnya samaan. Tapi, aku terkejut sama ending dibuku, horor banget 😣, sampai sekarang masih kepikiran. KZL sama si Wanita Bergaun Hitam!
.
#thewomeninblack #susanhill #horrorclassic #bookstagram #bookaddict #booknerds #booklover #bookstagramindonesia
  • Finally 😁
    .
    Seri Horor Klasik dari @penerbitqanita yang menurutku paling oke punya yaitu FRANKENSTEIN by Mary Sheley.
    .
    Tadinya mau ikutan #GAPenerbitQanita, lah ku punya buku-buku Qanita masih seupil dan sebagian ada di rumah, ini malahan campur penerbit lain 😆, jadi malu rasanya kalau ikutan 😄 ... Dan, mending review the Women in Black bae lah.
    .
    ● THE WOMEN IN BLACK
    .
    Filmnya sudah duluan nonton, yang dibintangi sama si The Boy Who Life atau lebih tepatnya Harry James Potter, atau sebutan Muggle-nya Daniel Radcliffe. BTW, Frankenstein juga Daniel yang main.
    .
    Filmnya B aja sih, bahkan bikin ngantuk. Aku malah suka film keduanya The Women In Black: Angel of Death, yang pemainnya juga ada Emaknya Draco Malfoy, yep Narcissa Malfoy 😁 ..... Film keduanya lumayan serem dan menggigil.
    .
    Bukunya bagaimana? Hmmmm, depan dan ending beda sama difilm ya, tengah-tengahnya samaan. Tapi, aku terkejut sama ending dibuku, horor banget 😣, sampai sekarang masih kepikiran. KZL sama si Wanita Bergaun Hitam!
    .
    #thewomeninblack #susanhill #horrorclassic #bookstagram #bookaddict #booknerds #booklover #bookstagramindonesia

  •  95  8  18 September, 2018
  • .
.
"Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka. "
-Elizabeth Bennet
.
.
Halo~ 🙋
.
Aku mau meramaikan #GApenerbitqanita 😆
.
Aku bukan anak Sastra Inggris, jadi pas kuliah gak kenal sama Jane Austen. Pas jaman skripsi, sekitar 2012, aku baca novel lokal yang tokohnya suka baca Jane Austen. Abis itu baru deh nyari buku dan film yang diangkat dari novel Jane Austen: Pride and Prejudice, Mansfield Park, Emma, Persuasion, Sense and Sensibility dan Northanger Abbey.
.
Nah, bisa ditebak, aku paling suka dengan Pride and Prejudice. .
Novel ini pertama kali terbit tahun 1813 dan diterjemahkan oleh @penerbitqanita pada Februari 2011.
.
Edisi yang kupunya adalah Edisi I (cover lama), cetakan ke-6, terbit Mei 2012 dan Edisi II (cover baru) cetakan ke-5, Maret 2016. Kabarin ya kalo ada Edisi Cover baru lagi. 🙊
.
Dari segi cerita aku suka tokoh-tokohnya. Elizabeth Bennet adalah tokoh yang cerdas dan ceria. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, Lizzy sangat dekat dengan Jane, putri sulung keluarga Bennet.
.
Aku bisa membayangkan Mrs. Bennet yang sangat heboh dan Mr. Bennet yang kalem tapi tegas.
.
Dari segi cerita, menurutku ringan, tapi sangat menarik. Yah, walaupun endingnya bisa tertebak, aku suka perubahan sikap Mr. Darcy dan Lizzy sepanjang cerita.
.
Setting kehidupan masyarakat menengah ke atas di Inggris abad ke-19 digambarkan dengan begitu apik. Sangat detail. Aku jadi pengen maen ke Pemberley.
.
FYI, Aku pernah beli Pride and Prejudice edisi penerbit lain, tapi secara gaya bahasa terjemahan gak cocok. Selain itu, kertasnya buram dan spasinya terlalu rapat.
.
Sedangkan gaya bahasa @penerbitqanita tu luwes, gampang dipahami, jadi enak bacanya. Kertasnya bagus, ukuran huruf dan spasi pas. Aku gak bisa bayangin kalo ukuran huruf lebih besar, bukunya bakal lebih tebal.
.
Yuk ikutan #gapenerbitqanita @eka_mardiana mbak @annienamiez @yessielrismar 🙌🙌🙌
  • .
    .
    "Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka. "
    -Elizabeth Bennet
    .
    .
    Halo~ 🙋
    .
    Aku mau meramaikan #GApenerbitqanita 😆
    .
    Aku bukan anak Sastra Inggris, jadi pas kuliah gak kenal sama Jane Austen. Pas jaman skripsi, sekitar 2012, aku baca novel lokal yang tokohnya suka baca Jane Austen. Abis itu baru deh nyari buku dan film yang diangkat dari novel Jane Austen: Pride and Prejudice, Mansfield Park, Emma, Persuasion, Sense and Sensibility dan Northanger Abbey.
    .
    Nah, bisa ditebak, aku paling suka dengan Pride and Prejudice. .
    Novel ini pertama kali terbit tahun 1813 dan diterjemahkan oleh @penerbitqanita pada Februari 2011.
    .
    Edisi yang kupunya adalah Edisi I (cover lama), cetakan ke-6, terbit Mei 2012 dan Edisi II (cover baru) cetakan ke-5, Maret 2016. Kabarin ya kalo ada Edisi Cover baru lagi. 🙊
    .
    Dari segi cerita aku suka tokoh-tokohnya. Elizabeth Bennet adalah tokoh yang cerdas dan ceria. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, Lizzy sangat dekat dengan Jane, putri sulung keluarga Bennet.
    .
    Aku bisa membayangkan Mrs. Bennet yang sangat heboh dan Mr. Bennet yang kalem tapi tegas.
    .
    Dari segi cerita, menurutku ringan, tapi sangat menarik. Yah, walaupun endingnya bisa tertebak, aku suka perubahan sikap Mr. Darcy dan Lizzy sepanjang cerita.
    .
    Setting kehidupan masyarakat menengah ke atas di Inggris abad ke-19 digambarkan dengan begitu apik. Sangat detail. Aku jadi pengen maen ke Pemberley.
    .
    FYI, Aku pernah beli Pride and Prejudice edisi penerbit lain, tapi secara gaya bahasa terjemahan gak cocok. Selain itu, kertasnya buram dan spasinya terlalu rapat.
    .
    Sedangkan gaya bahasa @penerbitqanita tu luwes, gampang dipahami, jadi enak bacanya. Kertasnya bagus, ukuran huruf dan spasi pas. Aku gak bisa bayangin kalo ukuran huruf lebih besar, bukunya bakal lebih tebal.
    .
    Yuk ikutan #gapenerbitqanita @eka_mardiana mbak @annienamiez @yessielrismar 🙌🙌🙌

  •  72  8  17 September, 2018
  • .
Hmmm... kalau disuruh untuk memilih judul buku terbitan @penerbitqanita yang paling disukai, mungkin saya nggak akan bisa mengeluarkan hanya satu judul saja. Selain The Fault In Our Star, ada Emma dan The Casual Vacancy yang saya favoritkan. Meskipun ada juga beberapa buku terbitan Qanita yang sudah saya miliki, namun belum sempat saya baca seperti Mansfield Park, The Ghost Bride, dan dua seri lanjutan dari Anne Of Green Gables. Nggak papa nimbun dulu, dibaca pelan-pelan... hehehe 🤣
.
Yuuk ikutan giveaway-nya penerbit Qanita 
@metha_suadnyani @nibonbooks @deanakhmad
.
.
#giveaway #GApenerbitQanita #penerbitQanita #bookworm #bookstagram #booklovers #booknerd #bookaholic #kutubuku #bibliophile #buku #bookish_indonesia #bibliophile #bookaddict #bookstagram #bookstagramfeature
#bookstagrammer #booktography #bookstagramindonesia
  • .
    Hmmm... kalau disuruh untuk memilih judul buku terbitan @penerbitqanita yang paling disukai, mungkin saya nggak akan bisa mengeluarkan hanya satu judul saja. Selain The Fault In Our Star, ada Emma dan The Casual Vacancy yang saya favoritkan. Meskipun ada juga beberapa buku terbitan Qanita yang sudah saya miliki, namun belum sempat saya baca seperti Mansfield Park, The Ghost Bride, dan dua seri lanjutan dari Anne Of Green Gables. Nggak papa nimbun dulu, dibaca pelan-pelan... hehehe 🤣
    .
    Yuuk ikutan giveaway-nya penerbit Qanita
    @metha_suadnyani @nibonbooks @deanakhmad
    .
    .
    #giveaway #GApenerbitQanita #penerbitQanita #bookworm #bookstagram #booklovers #booknerd #bookaholic #kutubuku #bibliophile #buku #bookish_indonesia #bibliophile #bookaddict #bookstagram #bookstagramfeature
    #bookstagrammer #booktography #bookstagramindonesia

  •  90  0  17 September, 2018
  • #gapenerbitqanita

Ini adalah buku-buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Dari 22 buku ini 15 judul sudah dibaca dan 7 yang lain belum (Mansfield Park, King Arthur, Winter People, dan seri Anne). Di antara buku-buku yang sudah dibaca ini favoritku adalah A Tale of Two Cities, walaupun semua cerita punya kelebihan masing-masing.

A Tale of Two Cities bercerita tentang cinta dan pengorbanan tiada batas. Dari ayah ke anak, anak ke ayah, teman ke teman, dan antara laki-laki dan perempuan.
.
.

Aku suka buku-buku dari penerbit qanita karena banyak menerbitkan buku klasik yang merupakan salah satu genre favourite ku. Selain itu, faktor terjemahan yang enak dibaca membuat aku betah berlama-lama membacanya. Sampai saat ini terjemahan buku klasik dari qanita masih jadi favorit.

Oh iya mba @dblueholic, dari semua buku ini nama penyunting nya sama mba. Like I sad before, cuma ada satu nama 😉

Kuuy ikutan @annienamiez, @editanainggolan39
@awangweasley 
#bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookaholic
  • #gapenerbitqanita

    Ini adalah buku-buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Dari 22 buku ini 15 judul sudah dibaca dan 7 yang lain belum (Mansfield Park, King Arthur, Winter People, dan seri Anne). Di antara buku-buku yang sudah dibaca ini favoritku adalah A Tale of Two Cities, walaupun semua cerita punya kelebihan masing-masing.

    A Tale of Two Cities bercerita tentang cinta dan pengorbanan tiada batas. Dari ayah ke anak, anak ke ayah, teman ke teman, dan antara laki-laki dan perempuan.
    .
    .

    Aku suka buku-buku dari penerbit qanita karena banyak menerbitkan buku klasik yang merupakan salah satu genre favourite ku. Selain itu, faktor terjemahan yang enak dibaca membuat aku betah berlama-lama membacanya. Sampai saat ini terjemahan buku klasik dari qanita masih jadi favorit.

    Oh iya mba @dblueholic, dari semua buku ini nama penyunting nya sama mba. Like I sad before, cuma ada satu nama 😉

    Kuuy ikutan @annienamiez, @editanainggolan39
    @awangweasley
    #bookish #bookstagram #booklover #bibliophile #bookworm #bookaddict #sayasukabuku #sayasukabaca #koleksimaya #babattimbunan #booknerd #bookaholic

  •  216  40  17 September, 2018
  • #Repost @editanainggolan39 (@get_repost)
・・・
#bookreview 👓 September 09-13, 2018
.

Secret Garden by Frances Hodgson Burnett
Publisher : Penerbit Qanita @penerbitqanita
ISBN : 978-602-402-044-6, 460 pages
Published : 1911, 2009 (IDN) 
Genre : Classic, Children's novel
---
.

I enjoyed this story. The way the author tells about the gardens so perfectly. The description of roses, trees, the ruins of old buildings and ivies is so amazing that it makes your imagination fly.
.

Well, it reminded me of a forgotten garden on my backyard, every eyes can see it turned out to be a jungle already. Hope there's no any kind of reptiles in there. 😅
.

In this book we can see how the Nature worked in the eyes of a children, "It was Magic!" they said. The Secret Garden helped a sick child to get better and better, brought a smile to a gloomy face and rosy cheek to the pale skinny face.
.

How a child can get a happiness just from a patch of garden. 
When I finished the book I felt so happy because everybody got better. Good things happen when you allow them to happen.
.

Eventhough I expected more from this book, a big smile pop out on my face when the last sentence came up.
.

For those who like reading Children's Novel, their innocence, their stubborn, their naive thoughts and their dreams, this one is a good choice.
.

My rate : 4⭐
.

Tagging : @debyreadswithnemo @vivin_yosiana @maya_yudhianto @aquaniin yok ikutan #GApenerbitqanita #GApenerbitmizan #mizan35. 
Sebagai penyuka Genre Klasik, buku terbitan Qanita selalu menyediakan bacaan yang world class reading. 🌾🌾
.

I choose this book as A "Fall Read" Book. 🍂Credit to September 2018 #fnwreadchallenge by @foxandwit
.

#BerkolaborasiUntukIndonesia #AkuBaca #booktographyid #oneweekonebook @gerakan_1week1book #thebestphotochallengeowob #bookstagram #bookgram #bookgeek #bookaholic #Bookaddict #booknerd #bookeaters #bibliophile #bookfacelicious #bookworm #bookday #bookdragon #goodreads #bookish #penerbitqanita #thesecretgarden #franceshodgsonburnett #classic #middlegrade
  • #Repost @editanainggolan39 (@get_repost)
    ・・・
    #bookreview 👓 September 09-13, 2018
    .

    Secret Garden by Frances Hodgson Burnett
    Publisher : Penerbit Qanita @penerbitqanita
    ISBN : 978-602-402-044-6, 460 pages
    Published : 1911, 2009 (IDN)
    Genre : Classic, Children's novel
    ---
    .

    I enjoyed this story. The way the author tells about the gardens so perfectly. The description of roses, trees, the ruins of old buildings and ivies is so amazing that it makes your imagination fly.
    .

    Well, it reminded me of a forgotten garden on my backyard, every eyes can see it turned out to be a jungle already. Hope there's no any kind of reptiles in there. 😅
    .

    In this book we can see how the Nature worked in the eyes of a children, "It was Magic!" they said. The Secret Garden helped a sick child to get better and better, brought a smile to a gloomy face and rosy cheek to the pale skinny face.
    .

    How a child can get a happiness just from a patch of garden.
    When I finished the book I felt so happy because everybody got better. Good things happen when you allow them to happen.
    .

    Eventhough I expected more from this book, a big smile pop out on my face when the last sentence came up.
    .

    For those who like reading Children's Novel, their innocence, their stubborn, their naive thoughts and their dreams, this one is a good choice.
    .

    My rate : 4⭐
    .

    Tagging : @debyreadswithnemo @vivin_yosiana @maya_yudhianto @aquaniin yok ikutan #GApenerbitqanita #GApenerbitmizan #mizan35.
    Sebagai penyuka Genre Klasik, buku terbitan Qanita selalu menyediakan bacaan yang world class reading. 🌾🌾
    .

    I choose this book as A "Fall Read" Book. 🍂Credit to September 2018 #fnwreadchallenge by @foxandwit
    .

    #BerkolaborasiUntukIndonesia #AkuBaca #booktographyid #oneweekonebook @gerakan_1week1book #thebestphotochallengeowob #bookstagram #bookgram #bookgeek #bookaholic #Bookaddict #booknerd #bookeaters #bibliophile #bookfacelicious #bookworm #bookday #bookdragon #goodreads #bookish #penerbitqanita #thesecretgarden #franceshodgsonburnett #classic #middlegrade

  •  52  1  17 September, 2018
  • #bookreview 👓 September 09-13, 2018
.

Secret Garden by Frances Hodgson Burnett
Publisher : Penerbit Qanita @penerbitqanita
ISBN : 978-602-402-044-6, 460 pages
Published : 1911, 2009 (IDN) 
Genre : Classic, Children's novel
---
.

I enjoyed this story. The way the author tells about the gardens so perfectly. The description of roses, trees, the ruins of old buildings and ivies is so amazing that it makes your imagination fly.
.

Well, it reminded me of a forgotten garden on my backyard, every eyes can see it turned out to be a jungle already. Hope there's no any kind of reptiles in there. 😅
.

In this book we can see how the Nature worked in the eyes of a children, "It was Magic!" they said. The Secret Garden helped a sick child to get better and better, brought a smile to a gloomy face and rosy cheek to the pale skinny face.
.

How a child can get a happiness just from a patch of garden. 
When I finished the book I felt so happy because everybody got better. Good things happen when you allow them to happen.
.

Eventhough I expected more from this book, a big smile pop out on my face when the last sentence came up.
.

For those who like reading Children's Novel, their innocence, their stubborn, their naive thoughts and their dreams, this one is a good choice.
.

My rate : 4⭐
.

Tagging : @debyreadswithnemo @vivin_yosiana @maya_yudhianto @aquaniin yok ikutan #GApenerbitqanita #GApenerbitmizan #mizan35. 
Sebagai penyuka Genre Klasik, buku terbitan Qanita selalu menyediakan bacaan yang world class reading. 🌾🌾
.

I choose this book as A "Fall Read" Book. 🍂Credit to September 2018 #fnwreadchallenge by @foxandwit
.

#gankratjunbacagakbacaasalbareng "Female Main Character" for Mary Lennox. .

#BerkolaborasiUntukIndonesia #AkuBaca #booktographyid #oneweekonebook @gerakan_1week1book #thebestphotochallengeowob #bookstagram #bookgram #bookgeek #bookaholic #Bookaddict #booknerd #bookeaters #bibliophile #bookfacelicious #bookworm #bookday #goodreads #bookish #penerbitqanita #thesecretgarden #franceshodgsonburnett #classic #middlegrade #childrensnovel
  • #bookreview 👓 September 09-13, 2018
    .

    Secret Garden by Frances Hodgson Burnett
    Publisher : Penerbit Qanita @penerbitqanita
    ISBN : 978-602-402-044-6, 460 pages
    Published : 1911, 2009 (IDN)
    Genre : Classic, Children's novel
    ---
    .

    I enjoyed this story. The way the author tells about the gardens so perfectly. The description of roses, trees, the ruins of old buildings and ivies is so amazing that it makes your imagination fly.
    .

    Well, it reminded me of a forgotten garden on my backyard, every eyes can see it turned out to be a jungle already. Hope there's no any kind of reptiles in there. 😅
    .

    In this book we can see how the Nature worked in the eyes of a children, "It was Magic!" they said. The Secret Garden helped a sick child to get better and better, brought a smile to a gloomy face and rosy cheek to the pale skinny face.
    .

    How a child can get a happiness just from a patch of garden.
    When I finished the book I felt so happy because everybody got better. Good things happen when you allow them to happen.
    .

    Eventhough I expected more from this book, a big smile pop out on my face when the last sentence came up.
    .

    For those who like reading Children's Novel, their innocence, their stubborn, their naive thoughts and their dreams, this one is a good choice.
    .

    My rate : 4⭐
    .

    Tagging : @debyreadswithnemo @vivin_yosiana @maya_yudhianto @aquaniin yok ikutan #GApenerbitqanita #GApenerbitmizan #mizan35.
    Sebagai penyuka Genre Klasik, buku terbitan Qanita selalu menyediakan bacaan yang world class reading. 🌾🌾
    .

    I choose this book as A "Fall Read" Book. 🍂Credit to September 2018 #fnwreadchallenge by @foxandwit
    .

    #gankratjunbacagakbacaasalbareng "Female Main Character" for Mary Lennox. .

    #BerkolaborasiUntukIndonesia #AkuBaca #booktographyid #oneweekonebook @gerakan_1week1book #thebestphotochallengeowob #bookstagram #bookgram #bookgeek #bookaholic #Bookaddict #booknerd #bookeaters #bibliophile #bookfacelicious #bookworm #bookday #goodreads #bookish #penerbitqanita #thesecretgarden #franceshodgsonburnett #classic #middlegrade #childrensnovel

  •  107  34  17 September, 2018
  • Ellen-Archer-May terlibat cinta segitiga. Archer dan May lalu menikah sementara Ellen tetap berada dalam lingkaran kehidupan mereka
.
Kesan saya setelah membaca buku ini, ternyata pernikahan itu sangat layak untuk diperjuangkan. Dan ketiga tokoh utama ini -walau seringkali ngobrol tidak tuntas dan sarat kode, yang benar-benar membuat saya kesal- memperjuangkan itu semua pada akhirnya
.
Buku ini memang bikin sebal. Tapi endingnya bikin keseluruhan cerita cinta segitiga ini jadi indah
.
Sudah lama mengincar buku ini untuk dibaca. Karena kisah klasik ini memenangi Pulitzer dan samar-samar saya ingat filmnya di tahun 1990an. Selain itu karena punggung bukunya yang cantik
.
Kok punggung buku? Iya, beberapa buku Qanita Klasik punggung bukunya khas seperti buku ini. Judul di bagian atas lalu nama pengarangnya di bawah dan dipisahkan dengan ikon kecil serta penulisan judul buku dengan cursive writing/lettering yang meliuk-liuk
.
Ikon kecil buku Edith Wharton, siluet wanita. Buku Anne, ikon rumah Green Gables. Great Expectation, kupu-kupu dan Mary Poppins, seorang wanita yang sedang terbang memakai payung. Jadinya kalau disusun di rak, tampak bagus sekali
.
Ada yang suka merhatiin punggung buku juga? ^^ @annsrahyani @1221mine dan @shindew80
.
#theageofinnocence oleh #edithwharton
#penerbitqanita
#novelklasik #classicbooks #marriagelife #pullitzer #finishedreading
  • Ellen-Archer-May terlibat cinta segitiga. Archer dan May lalu menikah sementara Ellen tetap berada dalam lingkaran kehidupan mereka
    .
    Kesan saya setelah membaca buku ini, ternyata pernikahan itu sangat layak untuk diperjuangkan. Dan ketiga tokoh utama ini -walau seringkali ngobrol tidak tuntas dan sarat kode, yang benar-benar membuat saya kesal- memperjuangkan itu semua pada akhirnya
    .
    Buku ini memang bikin sebal. Tapi endingnya bikin keseluruhan cerita cinta segitiga ini jadi indah
    .
    Sudah lama mengincar buku ini untuk dibaca. Karena kisah klasik ini memenangi Pulitzer dan samar-samar saya ingat filmnya di tahun 1990an. Selain itu karena punggung bukunya yang cantik
    .
    Kok punggung buku? Iya, beberapa buku Qanita Klasik punggung bukunya khas seperti buku ini. Judul di bagian atas lalu nama pengarangnya di bawah dan dipisahkan dengan ikon kecil serta penulisan judul buku dengan cursive writing/lettering yang meliuk-liuk
    .
    Ikon kecil buku Edith Wharton, siluet wanita. Buku Anne, ikon rumah Green Gables. Great Expectation, kupu-kupu dan Mary Poppins, seorang wanita yang sedang terbang memakai payung. Jadinya kalau disusun di rak, tampak bagus sekali
    .
    Ada yang suka merhatiin punggung buku juga? ^^ @annsrahyani @1221mine dan @shindew80
    .
    #theageofinnocence oleh #edithwharton
    #penerbitqanita
    #novelklasik #classicbooks #marriagelife #pullitzer #finishedreading

  •  50  22  17 September, 2018
  • Ini beberapa buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Karena tersebar dipinjam teman, kuambil dari dokumentasi foto. Ada sekitar 14 buku. Termasuk terlambat ku mengenal penerbit ini. Baru 2 tahun mulai mengumpulkan buku2. Buku-buku klasik yang selalu kuincar dari penerbit ini.
.
.
.
Semua buku bagus sih. Tapi aku ambil seri Anne of green gables ya yang paling menarik. Wajib punya deh seri ini, karena
1. Kalau mengikuti pendidikan metode Charlotte Mason, buku ini masuk list living book yang wajib dibaca anak-anak.
2. Buku sepanjang masa ini, udah 1 abad. Tak lekang oleh waktu.
3. Banyak pesan moral, pelajaran adab dan etika, tanpa menggurui.
4. Kisahnya manis, dan mengundang tawa.
5. Bahasanya santun.
6. Deskripsinya detail dan menggugah; alam, makanan zaman dulu, desain rumah vintage, 
7. Berbagai macam watak manusia dikisahkan di sini, makin banyak sudut pandang yang akan kita tahu dan pahami
8. Sisi Ketuhanan, kemanusiaan banyak diangkat. Dari sisi spiritual dan memaknai peristiwa dalam hidup, buku ini Juara.
9. Banyak ilmu pendidikan dan parenting.

Ayukk ikutan @oliverial_ @kulanku @alinrifah 
#gapenerbitqanita #gapenerbitmizan #mizan35 #penerbitqanita #bookstagramindonesia #bukuklasik #classicbook
  • Ini beberapa buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Karena tersebar dipinjam teman, kuambil dari dokumentasi foto. Ada sekitar 14 buku. Termasuk terlambat ku mengenal penerbit ini. Baru 2 tahun mulai mengumpulkan buku2. Buku-buku klasik yang selalu kuincar dari penerbit ini.
    .
    .
    .
    Semua buku bagus sih. Tapi aku ambil seri Anne of green gables ya yang paling menarik. Wajib punya deh seri ini, karena
    1. Kalau mengikuti pendidikan metode Charlotte Mason, buku ini masuk list living book yang wajib dibaca anak-anak.
    2. Buku sepanjang masa ini, udah 1 abad. Tak lekang oleh waktu.
    3. Banyak pesan moral, pelajaran adab dan etika, tanpa menggurui.
    4. Kisahnya manis, dan mengundang tawa.
    5. Bahasanya santun.
    6. Deskripsinya detail dan menggugah; alam, makanan zaman dulu, desain rumah vintage,
    7. Berbagai macam watak manusia dikisahkan di sini, makin banyak sudut pandang yang akan kita tahu dan pahami
    8. Sisi Ketuhanan, kemanusiaan banyak diangkat. Dari sisi spiritual dan memaknai peristiwa dalam hidup, buku ini Juara.
    9. Banyak ilmu pendidikan dan parenting.

    Ayukk ikutan @oliverial_ @kulanku @alinrifah
    #gapenerbitqanita #gapenerbitmizan #mizan35 #penerbitqanita #bookstagramindonesia #bukuklasik #classicbook

  •  110  6  16 September, 2018
  • Penerbit Qanita memang tidaklah sepopuler penerbit lain yang lebih besar. Namun, aku harus akui buku-buku yang diterbitkan Qanita memiliki kelebihan tersendiri.

Kalau ngomongin @PenerbitQanita pasti yang paling aku ingat adalah buku-buku klasik yang diterbitkannya. Aku menyenangi buku-buku klasik Qanita karena covernya bagus (apalagi terbitan terbaru dengan tema lukisan dari cat air) dan terjemahan yang asyik.

Buku klasik (konon katanya) agak susah dibaca dalam bahasa Inggris dan terjemahan membantu lebih memahaminya. Klasik memang tidak cocok bagi kebanyakan pembaca karena cenderung memiliki alur lambat dan tema yang lebih berat. Namun, justru membaca karya klasik merupakan tantangan bagiku karena dengan alur lambat di bagian awal, ada kepuasan tersendiri ketika mencapai halaman terakhir karena kebanyakan cerita klasik yang aku baca memiliki akhir yang sangat membekas di hati.

Btw, ingin rasanya mengoleksi Qanita klasik lengkap. Semoga segera terwujud.

Aku pun terkesan dengan buku-buku tema kemanusiaan yang diterbitkan Qanita. Karya Khaleed Hosseini terbitan Qanita sudah aku lahap semua (semoga Sea Prayer diterbitkan oleh Qanita). Aku sangat suka. Terbaru karya John Green pun menarik.

Aku pun suka dengan pemilihan buku-buku bertema horror Qanita. Ada keunikan tersendiri dalam memilih judul yang diterbitkan (sepertinya ada pengaruh dari editor yang menyukai genre horror) dan (jujur nggak pakai unsur kebohongan) selalu ada magnet tersendiri bagiku untuk mencari tahu tentang buku-buku tersebut lebih lanjut (dan tentu saja tertarik membelinya). Contoh terbaru karya Keith Donohue, Shirley Jackson.

Jadi intinya adalah, Qanita masuk dalam jajaran penerbit yang buku-bukunya aku suka dan tertarik untuk dibaca (dan dikoleksi). Ada keunikan tersendiri dalam buku-buku yang diterbitkannya.

Aku pun berharap semoga Qanita semakin banyak diminati oleh para pembaca di Indonesia karena aku ingin Qanita tetap bertahan untuk menerbitkan buku-buku keren lainnya.
.
.
Aku masih ngiler buku-buku Qanita lainnya.
.
.
Yuk @annienamiez @avelight12 dan @photorean ikutan 😁😁
.
.
.
#PenerbitQanita #Bookstagram #ClassicsBooks #Bookish #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #Mizan35
  • Penerbit Qanita memang tidaklah sepopuler penerbit lain yang lebih besar. Namun, aku harus akui buku-buku yang diterbitkan Qanita memiliki kelebihan tersendiri.

    Kalau ngomongin @PenerbitQanita pasti yang paling aku ingat adalah buku-buku klasik yang diterbitkannya. Aku menyenangi buku-buku klasik Qanita karena covernya bagus (apalagi terbitan terbaru dengan tema lukisan dari cat air) dan terjemahan yang asyik.

    Buku klasik (konon katanya) agak susah dibaca dalam bahasa Inggris dan terjemahan membantu lebih memahaminya. Klasik memang tidak cocok bagi kebanyakan pembaca karena cenderung memiliki alur lambat dan tema yang lebih berat. Namun, justru membaca karya klasik merupakan tantangan bagiku karena dengan alur lambat di bagian awal, ada kepuasan tersendiri ketika mencapai halaman terakhir karena kebanyakan cerita klasik yang aku baca memiliki akhir yang sangat membekas di hati.

    Btw, ingin rasanya mengoleksi Qanita klasik lengkap. Semoga segera terwujud.

    Aku pun terkesan dengan buku-buku tema kemanusiaan yang diterbitkan Qanita. Karya Khaleed Hosseini terbitan Qanita sudah aku lahap semua (semoga Sea Prayer diterbitkan oleh Qanita). Aku sangat suka. Terbaru karya John Green pun menarik.

    Aku pun suka dengan pemilihan buku-buku bertema horror Qanita. Ada keunikan tersendiri dalam memilih judul yang diterbitkan (sepertinya ada pengaruh dari editor yang menyukai genre horror) dan (jujur nggak pakai unsur kebohongan) selalu ada magnet tersendiri bagiku untuk mencari tahu tentang buku-buku tersebut lebih lanjut (dan tentu saja tertarik membelinya). Contoh terbaru karya Keith Donohue, Shirley Jackson.

    Jadi intinya adalah, Qanita masuk dalam jajaran penerbit yang buku-bukunya aku suka dan tertarik untuk dibaca (dan dikoleksi). Ada keunikan tersendiri dalam buku-buku yang diterbitkannya.

    Aku pun berharap semoga Qanita semakin banyak diminati oleh para pembaca di Indonesia karena aku ingin Qanita tetap bertahan untuk menerbitkan buku-buku keren lainnya.
    .
    .
    Aku masih ngiler buku-buku Qanita lainnya.
    .
    .
    Yuk @annienamiez @avelight12 dan @photorean ikutan 😁😁
    .
    .
    .
    #PenerbitQanita #Bookstagram #ClassicsBooks #Bookish #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #Mizan35

  •  301  41  16 September, 2018
  • Setelah mendapat kabar bahwa Turtles All The Way Down akan diterjemahkan, aku dan kedua kawanku sontak sangat gembira (dan berdoa agar harganya tak terlalu mahal😂). Nah, alasan kenapa aku suka banget sama Turtles All The Way Down adalah:

1. Buku ini menjadi buku pertama yang sama-sama kami baca! Yuhuuuu🙆 Aku dan kedua kawanku ini punya selera bacaan yang berbeda, jadi jarang banget bisa baca buku yang sama:(( Makanya senang sekali karena akhirnya kami baca buku yang sama!😂
2. Turtles All The Way Down menjadi awal mula kami mengadakan diskusi buku ala-ala saat bertemu (lagi) beberapa minggu lalu (kami teman internet loh!😎).
3. Buku John Green ini bisa dikatakan menjadi perekat kami ehehe itu sebabnya aku menyertakan foto kami bertiga yang diambil selepas menonton The Death Cure tahun ini.🤗
4. Buku ini personal untuk John Green. Selain aku suka banget karena bisa belajar tentang OCD dan Anxiety melalui buku ini, aku juga senang karena bisa mengenal John Green lebih jauh.
5. TUATARA!😂 Tuatara menjadi alasan lain kenapa aku suka buku ini.😂 No explanation, tuatara is just a mystery that should be loved by everyone.😆
6. Aku suka buku ini karena karena kisah persahabatan yang dimiliki Daisy dan Aza. Bagiku, punya sahabat yang bisa bertahan melalui segala kesusahan, yang bisa menjadi tempat berbagi, dan mau mendampingi adalah hal yang istimewa. Walaupun didera masalah, sahabat akan tetap manjadi sahabat. Dan, Daisy dan Aza berhasil menunjukkan hal itu.
7. Pokoknya suka.💙
.
P.s John Green said, "It doesn’t mean there will definitely be a (Turtles All The Way Down) movie, but it means that there might be one." Fingers crossed, everyone!
.
P.s.s #WeepingOverGreenBrothers is still a thing because HANK GREEN'S BOOK TITLED "AN ABSOLUTELY REMARKABLE THING" IS GONNA BE OUT ON 25TH OF SEPTEMBER THIS YEAR! (So soon!) And it's available for pre-order.😎 (Kode yha ehehe, siapa tau Penerbit Qanita mau menerjemahkan😂)
.
P.s.s. I've lost my artistic self, so I am sorry for the so-so picture.😂
.
AYO IKUTAN INI, GUYS!😊 @galuhpuspita27 @madeandreiya @dindaarachman

#PenerbitQanita #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #Mizan35
  • Setelah mendapat kabar bahwa Turtles All The Way Down akan diterjemahkan, aku dan kedua kawanku sontak sangat gembira (dan berdoa agar harganya tak terlalu mahal😂). Nah, alasan kenapa aku suka banget sama Turtles All The Way Down adalah:

    1. Buku ini menjadi buku pertama yang sama-sama kami baca! Yuhuuuu🙆 Aku dan kedua kawanku ini punya selera bacaan yang berbeda, jadi jarang banget bisa baca buku yang sama:(( Makanya senang sekali karena akhirnya kami baca buku yang sama!😂
    2. Turtles All The Way Down menjadi awal mula kami mengadakan diskusi buku ala-ala saat bertemu (lagi) beberapa minggu lalu (kami teman internet loh!😎).
    3. Buku John Green ini bisa dikatakan menjadi perekat kami ehehe itu sebabnya aku menyertakan foto kami bertiga yang diambil selepas menonton The Death Cure tahun ini.🤗
    4. Buku ini personal untuk John Green. Selain aku suka banget karena bisa belajar tentang OCD dan Anxiety melalui buku ini, aku juga senang karena bisa mengenal John Green lebih jauh.
    5. TUATARA!😂 Tuatara menjadi alasan lain kenapa aku suka buku ini.😂 No explanation, tuatara is just a mystery that should be loved by everyone.😆
    6. Aku suka buku ini karena karena kisah persahabatan yang dimiliki Daisy dan Aza. Bagiku, punya sahabat yang bisa bertahan melalui segala kesusahan, yang bisa menjadi tempat berbagi, dan mau mendampingi adalah hal yang istimewa. Walaupun didera masalah, sahabat akan tetap manjadi sahabat. Dan, Daisy dan Aza berhasil menunjukkan hal itu.
    7. Pokoknya suka.💙
    .
    P.s John Green said, "It doesn’t mean there will definitely be a (Turtles All The Way Down) movie, but it means that there might be one." Fingers crossed, everyone!
    .
    P.s.s #WeepingOverGreenBrothers is still a thing because HANK GREEN'S BOOK TITLED "AN ABSOLUTELY REMARKABLE THING" IS GONNA BE OUT ON 25TH OF SEPTEMBER THIS YEAR! (So soon!) And it's available for pre-order.😎 (Kode yha ehehe, siapa tau Penerbit Qanita mau menerjemahkan😂)
    .
    P.s.s. I've lost my artistic self, so I am sorry for the so-so picture.😂
    .
    AYO IKUTAN INI, GUYS!😊 @galuhpuspita27 @madeandreiya @dindaarachman

    #PenerbitQanita #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #Mizan35

  •  113  6  15 September, 2018
  • Judul: The Miracle of Enzyme
Judul Asli: The Enzyme Factor
Penulis: Hiromi Shinya, MD
Halaman : 312 halaman
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-45-7

Saya suka buku ini karena mampu membuka paradigma baru tentang kesehatan!

Tahukah jika asal muasal kesehatan kita ialah berawal dari satu kata? Enzim. Ya, ialah Dr. Hiromi Sinya seorang ahli endoskopi yang pertama kali mampu menyingkirkan polip tanpa harus membedah perut. Pengalaman memeriksa beratus-ratus ribu pasien membuat beliau meyakini bahwa tubuh manusia pada dasarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

Enzim adalah sebuah istilah generik untuk katalis protein yang dibentuk di dalam sel makhluk hidup. (hlm. 34)

Menurutnya, obat dan pembedahan hanya membuat pasien menjadi lebih sakit. Energi emosi yang positiflah yang sebenarnya menstimulasi DNA untuk memproduksi limpahan enzim pangkal tubuh yakni sang enzim ajaib yang bereaksi sebagai bio-katalis untuk memperbaiki sel-sel kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat enzim pangkal ini. Dokter yang menjadi Kepala Endoskopi Bedah di Beth Israel Medical Center, New York inipun menjabarkannya dengan lengkap. Diantaranya:

1. Menu Makanan yang Baik
2. Air yang Baik
3. Pembuangan yang Teratur
4. Olahraga Secukupnya
5. Istirahat yang Cukup
6. Pernapasan dan Meditasi
7. Kebahagiaan dan Cinta

Sesuai kata pengantar Dahlan Iskan dalam buku ini, yang menggembirakan adalah Prof. Hiromi menganjurkan agar setiap orang harus makan makanan yang enak.

Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. (hlm. 13)

Dr. Hiromi Shinya menegaskan bahwa sesungguhnya segala penyakit yang muncul ialah akibat kebiasaan sehari-hari kita. Maka:

Konsumsilah makanan yang baik, kuasai gaya hidup yang baik, minumlah air yang baik, istirahatlah yang cukup, berolahragalah secukupnya, serta jalani minat yang memotivasi Anda, dan tanpa ragu lagi tubuh Anda akan memberi reaksi yang positif.

Kalau kamu, suka buku Qanita yang mana nih? @y0nea @dereizen @womomfey

#ReviewDelinaBooks #GAPenerbitQanita #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita
  • Judul: The Miracle of Enzyme
    Judul Asli: The Enzyme Factor
    Penulis: Hiromi Shinya, MD
    Halaman : 312 halaman
    Penerbit: Qanita
    ISBN: 978-602-9225-45-7

    Saya suka buku ini karena mampu membuka paradigma baru tentang kesehatan!

    Tahukah jika asal muasal kesehatan kita ialah berawal dari satu kata? Enzim. Ya, ialah Dr. Hiromi Sinya seorang ahli endoskopi yang pertama kali mampu menyingkirkan polip tanpa harus membedah perut. Pengalaman memeriksa beratus-ratus ribu pasien membuat beliau meyakini bahwa tubuh manusia pada dasarnya mampu menyembuhkan dirinya sendiri.

    Enzim adalah sebuah istilah generik untuk katalis protein yang dibentuk di dalam sel makhluk hidup. (hlm. 34)

    Menurutnya, obat dan pembedahan hanya membuat pasien menjadi lebih sakit. Energi emosi yang positiflah yang sebenarnya menstimulasi DNA untuk memproduksi limpahan enzim pangkal tubuh yakni sang enzim ajaib yang bereaksi sebagai bio-katalis untuk memperbaiki sel-sel kita.

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat enzim pangkal ini. Dokter yang menjadi Kepala Endoskopi Bedah di Beth Israel Medical Center, New York inipun menjabarkannya dengan lengkap. Diantaranya:

    1. Menu Makanan yang Baik
    2. Air yang Baik
    3. Pembuangan yang Teratur
    4. Olahraga Secukupnya
    5. Istirahat yang Cukup
    6. Pernapasan dan Meditasi
    7. Kebahagiaan dan Cinta

    Sesuai kata pengantar Dahlan Iskan dalam buku ini, yang menggembirakan adalah Prof. Hiromi menganjurkan agar setiap orang harus makan makanan yang enak.

    Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. (hlm. 13)

    Dr. Hiromi Shinya menegaskan bahwa sesungguhnya segala penyakit yang muncul ialah akibat kebiasaan sehari-hari kita. Maka:

    Konsumsilah makanan yang baik, kuasai gaya hidup yang baik, minumlah air yang baik, istirahatlah yang cukup, berolahragalah secukupnya, serta jalani minat yang memotivasi Anda, dan tanpa ragu lagi tubuh Anda akan memberi reaksi yang positif.

    Kalau kamu, suka buku Qanita yang mana nih? @y0nea @dereizen @womomfey

    #ReviewDelinaBooks #GAPenerbitQanita #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita

  •  57  5  15 September, 2018
  • Ikut meramaikan giveaway @penerbitqanita 😄😍
.
Ini nih dua buku favoritku terbitan @penerbitqanita, yang pertama The Casual Vacancy aku beli novel ini lima tahun silam tepatnya tanggal 5 Mei 2013, waktu itu ingat banget habis dari luar kota sama mantan pacar alias pak suami, 😄😄, nggak tahu kenapa tiba-tiba saja kepengen mampir ke toko buku dan nggak salah banget feeling-ku waktu itu begitu lihat nama J. K. Rowling dipajang gede-gede di sampulnya... hatiku langsung jumpalitan nggak karuan 😆😆 *biarlah alay dikit, emang waktu itu lagi kangen-kangennya baca tulisan Rowling 😍😍😍. Sepanjang perjalanan pulang yang aku bahas cuma betapa senengnya bisa ketemu lagi sama tulisan Rowling, sampe suami yang waktu itu udah tahu kalo istrinya emang suka heboh kalo urusan novel cuma bisa manggut-manggut *ngelus dada dikit sih orangnya, tobat-tobat kok ada ya manusia macam beginian -kira-kira begitulah batinnya 😂😂.
Novel yang kedua, novel Go Set A Watchman-nya Harper Lee, jadi favoritku karena di novel ini baru teruangkap sisi lain Atticus yang di buku sebelumnya To Kill A Mockingbird nggak ada. Jadi ya semacam terkejut juga bacanya. 🙄 kok bisa ya Atticus. 
Nah, novel-novel tadi dua-duanya diterjemahkan dengan apik loh sama @penerbitqanita, selain itu The Casual Vacancy juga 'disajikan' dengan sampul Hard Cover, dua-dua collectable banget pokoknya, dan seneng sekali karena @penerbitqanita yang diterjemahkan selalu buku-buku yang berkualitas. 😊😘 terimakasih @penerbitqanita
.
#GAPenerbitQanita #Giveawaybuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita #Giveaway
.
.
@surya_lightwood
@yuliaang_ @oliverial_ yuk ikutan 😘😘
  • Ikut meramaikan giveaway @penerbitqanita 😄😍
    .
    Ini nih dua buku favoritku terbitan @penerbitqanita, yang pertama The Casual Vacancy aku beli novel ini lima tahun silam tepatnya tanggal 5 Mei 2013, waktu itu ingat banget habis dari luar kota sama mantan pacar alias pak suami, 😄😄, nggak tahu kenapa tiba-tiba saja kepengen mampir ke toko buku dan nggak salah banget feeling-ku waktu itu begitu lihat nama J. K. Rowling dipajang gede-gede di sampulnya... hatiku langsung jumpalitan nggak karuan 😆😆 *biarlah alay dikit, emang waktu itu lagi kangen-kangennya baca tulisan Rowling 😍😍😍. Sepanjang perjalanan pulang yang aku bahas cuma betapa senengnya bisa ketemu lagi sama tulisan Rowling, sampe suami yang waktu itu udah tahu kalo istrinya emang suka heboh kalo urusan novel cuma bisa manggut-manggut *ngelus dada dikit sih orangnya, tobat-tobat kok ada ya manusia macam beginian -kira-kira begitulah batinnya 😂😂.
    Novel yang kedua, novel Go Set A Watchman-nya Harper Lee, jadi favoritku karena di novel ini baru teruangkap sisi lain Atticus yang di buku sebelumnya To Kill A Mockingbird nggak ada. Jadi ya semacam terkejut juga bacanya. 🙄 kok bisa ya Atticus.
    Nah, novel-novel tadi dua-duanya diterjemahkan dengan apik loh sama @penerbitqanita, selain itu The Casual Vacancy juga 'disajikan' dengan sampul Hard Cover, dua-dua collectable banget pokoknya, dan seneng sekali karena @penerbitqanita yang diterjemahkan selalu buku-buku yang berkualitas. 😊😘 terimakasih @penerbitqanita
    .
    #GAPenerbitQanita #Giveawaybuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita #Giveaway
    .
    .
    @surya_lightwood
    @yuliaang_ @oliverial_ yuk ikutan 😘😘

  •  76  10  13 September, 2018
  • Saatnya #Giveaway .
Giveaway kali ini hadiahnya kaos Robert Langdon series loh. Mau dapetin kaos dengan cuma-cuma? Ikutan kuisnya yuk. Caranya gampang, kamu wajib cari kata-kata yang ada di slide kedua postingan di atas. Katanya tersebut berkaitan dengan novel Origin.
.
Persyaratan : .
.
1. Wajib follow IG @penerbitqanita dan @penerbitmizan
2. Mention 3 akun temanmu di postingan ini. Jangan lupa ajak mereka ikutan Giveaway ini ya!
3. Jawaban teka-teki silang WAJIB dikirim via DM ke IG @penerbitmizan
.
.
Periode Giveaway sampai 15 September 2018.
.
.
Buat yang belum punya buku #Origin , yuk beli di toko buku terdekat atau www.mizanstore.com .
.
#GAPenerbitMizan #GAPenerbitQanita #KuisOrigin #OriginIndonesia #DanBrown #Origin #Mizan35
  • Saatnya #Giveaway .
    Giveaway kali ini hadiahnya kaos Robert Langdon series loh. Mau dapetin kaos dengan cuma-cuma? Ikutan kuisnya yuk. Caranya gampang, kamu wajib cari kata-kata yang ada di slide kedua postingan di atas. Katanya tersebut berkaitan dengan novel Origin.
    .
    Persyaratan : .
    .
    1. Wajib follow IG @penerbitqanita dan @penerbitmizan
    2. Mention 3 akun temanmu di postingan ini. Jangan lupa ajak mereka ikutan Giveaway ini ya!
    3. Jawaban teka-teki silang WAJIB dikirim via DM ke IG @penerbitmizan
    .
    .
    Periode Giveaway sampai 15 September 2018.
    .
    .
    Buat yang belum punya buku #Origin , yuk beli di toko buku terdekat atau www.mizanstore.com .
    .
    #GAPenerbitMizan #GAPenerbitQanita #KuisOrigin #OriginIndonesia #DanBrown #Origin #Mizan35

  •  395  41  12 September, 2018
  • IT’S GIVEAWAY TIME!! .
.
Siapa yang mau ikutan #Giveaway dari @penerbitqanita nih? Hayo komen di postingan ini kalo mauu. .
.
Kali ini Giveaway-nya beda dari yang sebelum-sebelumnya lho. Penasaran? Ini dia syaratnya : .
.
1. Wajib follow IG & Facebook Penerbit Qanita
2. Posting foto buku Penerbit Qanita yang kamu punya, tag akun kami dan mention 3 akun IG temanmu. 
3. Tulis caption alasan kenapa kamu suka buku tersebut. Tulis se-menarik dan kreatif mungkin ya! .
.
.
Periode Giveaway ini sampai tanggal 18 September 2018. .
#GAPenerbitQanita #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita
  • IT’S GIVEAWAY TIME!! .
    .
    Siapa yang mau ikutan #Giveaway dari @penerbitqanita nih? Hayo komen di postingan ini kalo mauu. .
    .
    Kali ini Giveaway-nya beda dari yang sebelum-sebelumnya lho. Penasaran? Ini dia syaratnya : .
    .
    1. Wajib follow IG & Facebook Penerbit Qanita
    2. Posting foto buku Penerbit Qanita yang kamu punya, tag akun kami dan mention 3 akun IG temanmu.
    3. Tulis caption alasan kenapa kamu suka buku tersebut. Tulis se-menarik dan kreatif mungkin ya! .
    .
    .
    Periode Giveaway ini sampai tanggal 18 September 2018. .
    #GAPenerbitQanita #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #GAPenerbitMizan #Mizan35 #PenerbitQanita

  •  277  23  12 September, 2018
  • Saatnya #Giveaway ! .
.
Giveaway kali ini spesial banget karena hadiahnya kaos Robert Langdon Series. Buat Mizaners yang ngaku fans Dan Brown dan Robert Langdon, admin mau coba tantang kalian jawab teka-teki silang di atas. .
.
Persyaratan : 
1. Wajib follow IG @penerbitqanita dan @penerbitmizan
2. Mention 3 akun temanmu di postingan ini. Jangan lupa ajak mereka ikutan Giveaway ini ya!
3. Jawaban teka-teki silang WAJIB dikirim via DM ke IG @penerbitmizan
.
.
Mudah kan syaratnya? Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera isi teka-teki silang di atas dan dapatkan kaos yang kece abis. Periode Giveaway sampai 8 September 2018 ya! .
.
Buat yang belum punya buku #Origin , yuk beli di toko buku terdekat atau www.mizanstore.com .
#GAPenerbitMizan #GAPenerbitQanita #KuisOrigin #OriginIndonesia #DanBrown #Origin #Mizan35
  • Saatnya #Giveaway ! .
    .
    Giveaway kali ini spesial banget karena hadiahnya kaos Robert Langdon Series. Buat Mizaners yang ngaku fans Dan Brown dan Robert Langdon, admin mau coba tantang kalian jawab teka-teki silang di atas. .
    .
    Persyaratan :
    1. Wajib follow IG @penerbitqanita dan @penerbitmizan
    2. Mention 3 akun temanmu di postingan ini. Jangan lupa ajak mereka ikutan Giveaway ini ya!
    3. Jawaban teka-teki silang WAJIB dikirim via DM ke IG @penerbitmizan
    .
    .
    Mudah kan syaratnya? Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera isi teka-teki silang di atas dan dapatkan kaos yang kece abis. Periode Giveaway sampai 8 September 2018 ya! .
    .
    Buat yang belum punya buku #Origin , yuk beli di toko buku terdekat atau www.mizanstore.com .
    #GAPenerbitMizan #GAPenerbitQanita #KuisOrigin #OriginIndonesia #DanBrown #Origin #Mizan35

  •  486  101  3 September, 2018

Top #GAPenerbitQanita Posts

  • Penerbit Qanita memang tidaklah sepopuler penerbit lain yang lebih besar. Namun, aku harus akui buku-buku yang diterbitkan Qanita memiliki kelebihan tersendiri.

Kalau ngomongin @PenerbitQanita pasti yang paling aku ingat adalah buku-buku klasik yang diterbitkannya. Aku menyenangi buku-buku klasik Qanita karena covernya bagus (apalagi terbitan terbaru dengan tema lukisan dari cat air) dan terjemahan yang asyik.

Buku klasik (konon katanya) agak susah dibaca dalam bahasa Inggris dan terjemahan membantu lebih memahaminya. Klasik memang tidak cocok bagi kebanyakan pembaca karena cenderung memiliki alur lambat dan tema yang lebih berat. Namun, justru membaca karya klasik merupakan tantangan bagiku karena dengan alur lambat di bagian awal, ada kepuasan tersendiri ketika mencapai halaman terakhir karena kebanyakan cerita klasik yang aku baca memiliki akhir yang sangat membekas di hati.

Btw, ingin rasanya mengoleksi Qanita klasik lengkap. Semoga segera terwujud.

Aku pun terkesan dengan buku-buku tema kemanusiaan yang diterbitkan Qanita. Karya Khaleed Hosseini terbitan Qanita sudah aku lahap semua (semoga Sea Prayer diterbitkan oleh Qanita). Aku sangat suka. Terbaru karya John Green pun menarik.

Aku pun suka dengan pemilihan buku-buku bertema horror Qanita. Ada keunikan tersendiri dalam memilih judul yang diterbitkan (sepertinya ada pengaruh dari editor yang menyukai genre horror) dan (jujur nggak pakai unsur kebohongan) selalu ada magnet tersendiri bagiku untuk mencari tahu tentang buku-buku tersebut lebih lanjut (dan tentu saja tertarik membelinya). Contoh terbaru karya Keith Donohue, Shirley Jackson.

Jadi intinya adalah, Qanita masuk dalam jajaran penerbit yang buku-bukunya aku suka dan tertarik untuk dibaca (dan dikoleksi). Ada keunikan tersendiri dalam buku-buku yang diterbitkannya.

Aku pun berharap semoga Qanita semakin banyak diminati oleh para pembaca di Indonesia karena aku ingin Qanita tetap bertahan untuk menerbitkan buku-buku keren lainnya.
.
.
Aku masih ngiler buku-buku Qanita lainnya.
.
.
Yuk @annienamiez @avelight12 dan @photorean ikutan 😁😁
.
.
.
#PenerbitQanita #Bookstagram #ClassicsBooks #Bookish #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #Mizan35
  • Penerbit Qanita memang tidaklah sepopuler penerbit lain yang lebih besar. Namun, aku harus akui buku-buku yang diterbitkan Qanita memiliki kelebihan tersendiri.

    Kalau ngomongin @PenerbitQanita pasti yang paling aku ingat adalah buku-buku klasik yang diterbitkannya. Aku menyenangi buku-buku klasik Qanita karena covernya bagus (apalagi terbitan terbaru dengan tema lukisan dari cat air) dan terjemahan yang asyik.

    Buku klasik (konon katanya) agak susah dibaca dalam bahasa Inggris dan terjemahan membantu lebih memahaminya. Klasik memang tidak cocok bagi kebanyakan pembaca karena cenderung memiliki alur lambat dan tema yang lebih berat. Namun, justru membaca karya klasik merupakan tantangan bagiku karena dengan alur lambat di bagian awal, ada kepuasan tersendiri ketika mencapai halaman terakhir karena kebanyakan cerita klasik yang aku baca memiliki akhir yang sangat membekas di hati.

    Btw, ingin rasanya mengoleksi Qanita klasik lengkap. Semoga segera terwujud.

    Aku pun terkesan dengan buku-buku tema kemanusiaan yang diterbitkan Qanita. Karya Khaleed Hosseini terbitan Qanita sudah aku lahap semua (semoga Sea Prayer diterbitkan oleh Qanita). Aku sangat suka. Terbaru karya John Green pun menarik.

    Aku pun suka dengan pemilihan buku-buku bertema horror Qanita. Ada keunikan tersendiri dalam memilih judul yang diterbitkan (sepertinya ada pengaruh dari editor yang menyukai genre horror) dan (jujur nggak pakai unsur kebohongan) selalu ada magnet tersendiri bagiku untuk mencari tahu tentang buku-buku tersebut lebih lanjut (dan tentu saja tertarik membelinya). Contoh terbaru karya Keith Donohue, Shirley Jackson.

    Jadi intinya adalah, Qanita masuk dalam jajaran penerbit yang buku-bukunya aku suka dan tertarik untuk dibaca (dan dikoleksi). Ada keunikan tersendiri dalam buku-buku yang diterbitkannya.

    Aku pun berharap semoga Qanita semakin banyak diminati oleh para pembaca di Indonesia karena aku ingin Qanita tetap bertahan untuk menerbitkan buku-buku keren lainnya.
    .
    .
    Aku masih ngiler buku-buku Qanita lainnya.
    .
    .
    Yuk @annienamiez @avelight12 dan @photorean ikutan 😁😁
    .
    .
    .
    #PenerbitQanita #Bookstagram #ClassicsBooks #Bookish #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #Mizan35

  •  301  41  16 September, 2018
  • Finally 😁
.
Seri Horor Klasik dari @penerbitqanita yang menurutku paling oke punya yaitu FRANKENSTEIN by Mary Sheley.
.
Tadinya mau ikutan #GAPenerbitQanita, lah ku punya buku-buku Qanita masih seupil dan sebagian ada di rumah, ini malahan campur penerbit lain 😆, jadi malu rasanya kalau ikutan 😄 ... Dan, mending review the Women in Black bae lah.
.
● THE WOMEN IN BLACK
.
Filmnya sudah duluan nonton, yang dibintangi sama si The Boy Who Life atau lebih tepatnya Harry James Potter, atau sebutan Muggle-nya Daniel Radcliffe. BTW, Frankenstein juga Daniel yang main.
.
Filmnya B aja sih, bahkan bikin ngantuk. Aku malah suka film keduanya The Women In Black: Angel of Death, yang pemainnya juga ada Emaknya Draco Malfoy, yep Narcissa Malfoy 😁 ..... Film keduanya lumayan serem dan menggigil.
.
Bukunya bagaimana? Hmmmm, depan dan ending beda sama difilm ya, tengah-tengahnya samaan. Tapi, aku terkejut sama ending dibuku, horor banget 😣, sampai sekarang masih kepikiran. KZL sama si Wanita Bergaun Hitam!
.
#thewomeninblack #susanhill #horrorclassic #bookstagram #bookaddict #booknerds #booklover #bookstagramindonesia
  • Finally 😁
    .
    Seri Horor Klasik dari @penerbitqanita yang menurutku paling oke punya yaitu FRANKENSTEIN by Mary Sheley.
    .
    Tadinya mau ikutan #GAPenerbitQanita, lah ku punya buku-buku Qanita masih seupil dan sebagian ada di rumah, ini malahan campur penerbit lain 😆, jadi malu rasanya kalau ikutan 😄 ... Dan, mending review the Women in Black bae lah.
    .
    ● THE WOMEN IN BLACK
    .
    Filmnya sudah duluan nonton, yang dibintangi sama si The Boy Who Life atau lebih tepatnya Harry James Potter, atau sebutan Muggle-nya Daniel Radcliffe. BTW, Frankenstein juga Daniel yang main.
    .
    Filmnya B aja sih, bahkan bikin ngantuk. Aku malah suka film keduanya The Women In Black: Angel of Death, yang pemainnya juga ada Emaknya Draco Malfoy, yep Narcissa Malfoy 😁 ..... Film keduanya lumayan serem dan menggigil.
    .
    Bukunya bagaimana? Hmmmm, depan dan ending beda sama difilm ya, tengah-tengahnya samaan. Tapi, aku terkejut sama ending dibuku, horor banget 😣, sampai sekarang masih kepikiran. KZL sama si Wanita Bergaun Hitam!
    .
    #thewomeninblack #susanhill #horrorclassic #bookstagram #bookaddict #booknerds #booklover #bookstagramindonesia

  •  95  8  18 September, 2018
  • "Dear old world', she murmured, 'you are very lovely, and I am glad to be alive in you." - 
L.M. Montgomery, Anne of Green Gables 🍀🌿
.
.
Diantara semua buku @penerbitqanita yang ada di foto
dan yang paling jadi favoritku adalah Anne of Green Gables. Bukan. Bukan karena yg lainnya kurang kusukai, tapi… belum kubaca… 😳✌ jadi aku tidak bisa membandingkan dg lainnya. 
Aku baru baca Leafie ( ini bagus banget juga! ), Beauty and the Beast, dan Juliet ( aku suka buku ini karena banyak sekali mengulas tentang kisah hidup Juliet di masa lalu dan misteri yg meliputinya. Bagi penggemar Romeo-Juliet, buku ini rekomended! Tp jangan tanya detailnya krn aku sdh agak-agak lupa ceritanya… 😓✌)
.
.
Kembali ke Anne of Green Gables. Aku pernah mereview buku tersebut dan memberi rate 4.75 ⭐ kurasa, AoGG ini salah satu bacaan terfavoritku tahun ini 🙌
Hampir semua yg kusukai kutulis di sana. Dan sekarang aku akan menyingkatnya

Pertama, aku suka banget dg cover edisi ini. Simple tapi kesannya sangat sepanjang masa. Warna dan pilihan font-nya cantik sekali
Untuk isinya sendiri, keseharian Anne si gadis kecil yg sangat cerewet, juara berimajinasi dan berani mampu menghibur dan memulihkanku dari perasaan kurang semangat membaca buku pada waktu itu. 
Semua karakternya khas dan banyak hal-hal yg dipelajari dari kepribadian masing². Nilai-nilai kearifannya membuat buku ini layak ditempatkan sebagai buku klasik terbaik sepanjang masa. Bijaksana tapi tidak bersifat menggurui

Apa lagi yaaa… uum, Anne of Green Gables ini rekomended banget. Bagi teman² yg kebetulan belum pernah mencoba bacaan genre klasik, AoGG bisa jadi permulaan. Buku ini seru dan keren. Deskripsi tentang alamnya sangat ngena dan membuat kita seolah berada di sana. Tidak bertele-tele yg berpotensial bikin bosan baca. Selain itu, buku ini penuh kasih sayang. Kepada sahabat, keluarga, tetangga, guru, orang-orang yang lebih tua dan alam sekitar 🙌🌿
.
.
P.s: saat ini Pride and Prejudice dan Great Expectation menatapku marah karena lupa kuajak foto… 😂✌
.
.
Yg belum ikutan, yuk @vivin_yosiana
@anywdk.books @yessielrismar .
.
#GApenerbitqanita #mizan35 #classic #quotes 
#GApenerbitMizan
#nature #bookstagram #bookandnature
  • "Dear old world', she murmured, 'you are very lovely, and I am glad to be alive in you." -
    L.M. Montgomery, Anne of Green Gables 🍀🌿
    .
    .
    Diantara semua buku @penerbitqanita yang ada di foto
    dan yang paling jadi favoritku adalah Anne of Green Gables. Bukan. Bukan karena yg lainnya kurang kusukai, tapi… belum kubaca… 😳✌ jadi aku tidak bisa membandingkan dg lainnya.
    Aku baru baca Leafie ( ini bagus banget juga! ), Beauty and the Beast, dan Juliet ( aku suka buku ini karena banyak sekali mengulas tentang kisah hidup Juliet di masa lalu dan misteri yg meliputinya. Bagi penggemar Romeo-Juliet, buku ini rekomended! Tp jangan tanya detailnya krn aku sdh agak-agak lupa ceritanya… 😓✌)
    .
    .
    Kembali ke Anne of Green Gables. Aku pernah mereview buku tersebut dan memberi rate 4.75 ⭐ kurasa, AoGG ini salah satu bacaan terfavoritku tahun ini 🙌
    Hampir semua yg kusukai kutulis di sana. Dan sekarang aku akan menyingkatnya

    Pertama, aku suka banget dg cover edisi ini. Simple tapi kesannya sangat sepanjang masa. Warna dan pilihan font-nya cantik sekali
    Untuk isinya sendiri, keseharian Anne si gadis kecil yg sangat cerewet, juara berimajinasi dan berani mampu menghibur dan memulihkanku dari perasaan kurang semangat membaca buku pada waktu itu.
    Semua karakternya khas dan banyak hal-hal yg dipelajari dari kepribadian masing². Nilai-nilai kearifannya membuat buku ini layak ditempatkan sebagai buku klasik terbaik sepanjang masa. Bijaksana tapi tidak bersifat menggurui

    Apa lagi yaaa… uum, Anne of Green Gables ini rekomended banget. Bagi teman² yg kebetulan belum pernah mencoba bacaan genre klasik, AoGG bisa jadi permulaan. Buku ini seru dan keren. Deskripsi tentang alamnya sangat ngena dan membuat kita seolah berada di sana. Tidak bertele-tele yg berpotensial bikin bosan baca. Selain itu, buku ini penuh kasih sayang. Kepada sahabat, keluarga, tetangga, guru, orang-orang yang lebih tua dan alam sekitar 🙌🌿
    .
    .
    P.s: saat ini Pride and Prejudice dan Great Expectation menatapku marah karena lupa kuajak foto… 😂✌
    .
    .
    Yg belum ikutan, yuk @vivin_yosiana
    @anywdk.books @yessielrismar .
    .
    #GApenerbitqanita #mizan35 #classic #quotes
    #GApenerbitMizan
    #nature #bookstagram #bookandnature

  •  362  53  18 September, 2018
  • Ini beberapa buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Karena tersebar dipinjam teman, kuambil dari dokumentasi foto. Ada sekitar 14 buku. Termasuk terlambat ku mengenal penerbit ini. Baru 2 tahun mulai mengumpulkan buku2. Buku-buku klasik yang selalu kuincar dari penerbit ini.
.
.
.
Semua buku bagus sih. Tapi aku ambil seri Anne of green gables ya yang paling menarik. Wajib punya deh seri ini, karena
1. Kalau mengikuti pendidikan metode Charlotte Mason, buku ini masuk list living book yang wajib dibaca anak-anak.
2. Buku sepanjang masa ini, udah 1 abad. Tak lekang oleh waktu.
3. Banyak pesan moral, pelajaran adab dan etika, tanpa menggurui.
4. Kisahnya manis, dan mengundang tawa.
5. Bahasanya santun.
6. Deskripsinya detail dan menggugah; alam, makanan zaman dulu, desain rumah vintage, 
7. Berbagai macam watak manusia dikisahkan di sini, makin banyak sudut pandang yang akan kita tahu dan pahami
8. Sisi Ketuhanan, kemanusiaan banyak diangkat. Dari sisi spiritual dan memaknai peristiwa dalam hidup, buku ini Juara.
9. Banyak ilmu pendidikan dan parenting.

Ayukk ikutan @oliverial_ @kulanku @alinrifah 
#gapenerbitqanita #gapenerbitmizan #mizan35 #penerbitqanita #bookstagramindonesia #bukuklasik #classicbook
  • Ini beberapa buku dari @penerbitqanita yang aku punya. Karena tersebar dipinjam teman, kuambil dari dokumentasi foto. Ada sekitar 14 buku. Termasuk terlambat ku mengenal penerbit ini. Baru 2 tahun mulai mengumpulkan buku2. Buku-buku klasik yang selalu kuincar dari penerbit ini.
    .
    .
    .
    Semua buku bagus sih. Tapi aku ambil seri Anne of green gables ya yang paling menarik. Wajib punya deh seri ini, karena
    1. Kalau mengikuti pendidikan metode Charlotte Mason, buku ini masuk list living book yang wajib dibaca anak-anak.
    2. Buku sepanjang masa ini, udah 1 abad. Tak lekang oleh waktu.
    3. Banyak pesan moral, pelajaran adab dan etika, tanpa menggurui.
    4. Kisahnya manis, dan mengundang tawa.
    5. Bahasanya santun.
    6. Deskripsinya detail dan menggugah; alam, makanan zaman dulu, desain rumah vintage,
    7. Berbagai macam watak manusia dikisahkan di sini, makin banyak sudut pandang yang akan kita tahu dan pahami
    8. Sisi Ketuhanan, kemanusiaan banyak diangkat. Dari sisi spiritual dan memaknai peristiwa dalam hidup, buku ini Juara.
    9. Banyak ilmu pendidikan dan parenting.

    Ayukk ikutan @oliverial_ @kulanku @alinrifah
    #gapenerbitqanita #gapenerbitmizan #mizan35 #penerbitqanita #bookstagramindonesia #bukuklasik #classicbook

  •  110  6  16 September, 2018
  • Dear Penerbit Qanita, ⁣
⁣
Saya ingin berterima kasih karena sudah menerbitkan buku-buku ini. Buku-buku ini adalah awal mula saya mencintai Lucy Maud Montgomery, dan cinta saya berlanjut hingga saat ini 💗 ⁣
⁣
Berawal dari pameran buku tahun 2008, kalau tidak salah. Saya, yang waktu itu masih SMP, melihat terjemahan 'Anne of Green Gables' untuk pertama kalinya. ⁣
⁣
Teringat pernah melihat judulnya di buku lain, saya memutuskan untuk membelinya. ⁣
⁣
Lalu, saya jatuh cinta. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta pada Anne, seorang pemimpi yang puitis, sama seperti saya. Orang-orang melihatnya sebagai gadis yang aneh, tapi rasa optimismenya menular pada sekitarnya. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta pada Gilbert, pemuda yang memanggil Anne Shirley 'wortel' pada hari pertama sekolahnya, dan memenangkan hati Anne di buku ketiga. ⁣
⁣
Saya jatuh cinta, sekaligus ikut iri pada Diana Barry, sosok sahabat yang sempurna: cantik, baik hati, dan berkecukupan, tapi tetap setia mendukung Anne, apa pun yang dilakukannya.⁣
⁣
 Matthew dan Marilla Curthbert terasa seperti orangtua bagi saya, dan ketika Matthew meninggal dunia, saya menangis. ⁣
⁣
Saya mengikuti Anne Shirley, dari masa kecilnya, masa remajanya, hingga masa dewasanya, ketika anak-anaknya menggantikan posisi Diana, Anne, dan Gilbert. ⁣
⁣
Saya tumbuh bersama Anne, karena dalam banyak hal, saya adalah Anne. ⁣
⁣
Anne juga lah yang membuat saya mencintai Montgomery, dan mengoleksi karya-karya beliau hingga sekarang. ⁣
⁣
Koleksi saya jauh dari lengkap, tapi suatu saat saya ingin membuat rak khusus untuk karya-karya beliau 📒⁣
⁣
Terima Kasih, telah mempetemukan saya dengan salah satu penulis yang menjadi panutan saya, dan salah satu tokoh yang selalu saya cintai 💗⁣
⁣
Love, ⁣
F. ⁣
⁣
Adakah tokoh yang kalian cintai juga @resireads_ @potabook @melybrary?⁣
⁣
#GAPenerbitQanita
  • Dear Penerbit Qanita, ⁣

    Saya ingin berterima kasih karena sudah menerbitkan buku-buku ini. Buku-buku ini adalah awal mula saya mencintai Lucy Maud Montgomery, dan cinta saya berlanjut hingga saat ini 💗 ⁣

    Berawal dari pameran buku tahun 2008, kalau tidak salah. Saya, yang waktu itu masih SMP, melihat terjemahan 'Anne of Green Gables' untuk pertama kalinya. ⁣

    Teringat pernah melihat judulnya di buku lain, saya memutuskan untuk membelinya. ⁣

    Lalu, saya jatuh cinta. ⁣

    Saya jatuh cinta pada Anne, seorang pemimpi yang puitis, sama seperti saya. Orang-orang melihatnya sebagai gadis yang aneh, tapi rasa optimismenya menular pada sekitarnya. ⁣

    Saya jatuh cinta pada Gilbert, pemuda yang memanggil Anne Shirley 'wortel' pada hari pertama sekolahnya, dan memenangkan hati Anne di buku ketiga. ⁣

    Saya jatuh cinta, sekaligus ikut iri pada Diana Barry, sosok sahabat yang sempurna: cantik, baik hati, dan berkecukupan, tapi tetap setia mendukung Anne, apa pun yang dilakukannya.⁣

    Matthew dan Marilla Curthbert terasa seperti orangtua bagi saya, dan ketika Matthew meninggal dunia, saya menangis. ⁣

    Saya mengikuti Anne Shirley, dari masa kecilnya, masa remajanya, hingga masa dewasanya, ketika anak-anaknya menggantikan posisi Diana, Anne, dan Gilbert. ⁣

    Saya tumbuh bersama Anne, karena dalam banyak hal, saya adalah Anne. ⁣

    Anne juga lah yang membuat saya mencintai Montgomery, dan mengoleksi karya-karya beliau hingga sekarang. ⁣

    Koleksi saya jauh dari lengkap, tapi suatu saat saya ingin membuat rak khusus untuk karya-karya beliau 📒⁣

    Terima Kasih, telah mempetemukan saya dengan salah satu penulis yang menjadi panutan saya, dan salah satu tokoh yang selalu saya cintai 💗⁣

    Love, ⁣
    F. ⁣

    Adakah tokoh yang kalian cintai juga @resireads_ @potabook @melybrary?⁣

    #GAPenerbitQanita

  •  51  6  18 September, 2018
  • Setelah mendapat kabar bahwa Turtles All The Way Down akan diterjemahkan, aku dan kedua kawanku sontak sangat gembira (dan berdoa agar harganya tak terlalu mahal😂). Nah, alasan kenapa aku suka banget sama Turtles All The Way Down adalah:

1. Buku ini menjadi buku pertama yang sama-sama kami baca! Yuhuuuu🙆 Aku dan kedua kawanku ini punya selera bacaan yang berbeda, jadi jarang banget bisa baca buku yang sama:(( Makanya senang sekali karena akhirnya kami baca buku yang sama!😂
2. Turtles All The Way Down menjadi awal mula kami mengadakan diskusi buku ala-ala saat bertemu (lagi) beberapa minggu lalu (kami teman internet loh!😎).
3. Buku John Green ini bisa dikatakan menjadi perekat kami ehehe itu sebabnya aku menyertakan foto kami bertiga yang diambil selepas menonton The Death Cure tahun ini.🤗
4. Buku ini personal untuk John Green. Selain aku suka banget karena bisa belajar tentang OCD dan Anxiety melalui buku ini, aku juga senang karena bisa mengenal John Green lebih jauh.
5. TUATARA!😂 Tuatara menjadi alasan lain kenapa aku suka buku ini.😂 No explanation, tuatara is just a mystery that should be loved by everyone.😆
6. Aku suka buku ini karena karena kisah persahabatan yang dimiliki Daisy dan Aza. Bagiku, punya sahabat yang bisa bertahan melalui segala kesusahan, yang bisa menjadi tempat berbagi, dan mau mendampingi adalah hal yang istimewa. Walaupun didera masalah, sahabat akan tetap manjadi sahabat. Dan, Daisy dan Aza berhasil menunjukkan hal itu.
7. Pokoknya suka.💙
.
P.s John Green said, "It doesn’t mean there will definitely be a (Turtles All The Way Down) movie, but it means that there might be one." Fingers crossed, everyone!
.
P.s.s #WeepingOverGreenBrothers is still a thing because HANK GREEN'S BOOK TITLED "AN ABSOLUTELY REMARKABLE THING" IS GONNA BE OUT ON 25TH OF SEPTEMBER THIS YEAR! (So soon!) And it's available for pre-order.😎 (Kode yha ehehe, siapa tau Penerbit Qanita mau menerjemahkan😂)
.
P.s.s. I've lost my artistic self, so I am sorry for the so-so picture.😂
.
AYO IKUTAN INI, GUYS!😊 @galuhpuspita27 @madeandreiya @dindaarachman

#PenerbitQanita #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #Mizan35
  • Setelah mendapat kabar bahwa Turtles All The Way Down akan diterjemahkan, aku dan kedua kawanku sontak sangat gembira (dan berdoa agar harganya tak terlalu mahal😂). Nah, alasan kenapa aku suka banget sama Turtles All The Way Down adalah:

    1. Buku ini menjadi buku pertama yang sama-sama kami baca! Yuhuuuu🙆 Aku dan kedua kawanku ini punya selera bacaan yang berbeda, jadi jarang banget bisa baca buku yang sama:(( Makanya senang sekali karena akhirnya kami baca buku yang sama!😂
    2. Turtles All The Way Down menjadi awal mula kami mengadakan diskusi buku ala-ala saat bertemu (lagi) beberapa minggu lalu (kami teman internet loh!😎).
    3. Buku John Green ini bisa dikatakan menjadi perekat kami ehehe itu sebabnya aku menyertakan foto kami bertiga yang diambil selepas menonton The Death Cure tahun ini.🤗
    4. Buku ini personal untuk John Green. Selain aku suka banget karena bisa belajar tentang OCD dan Anxiety melalui buku ini, aku juga senang karena bisa mengenal John Green lebih jauh.
    5. TUATARA!😂 Tuatara menjadi alasan lain kenapa aku suka buku ini.😂 No explanation, tuatara is just a mystery that should be loved by everyone.😆
    6. Aku suka buku ini karena karena kisah persahabatan yang dimiliki Daisy dan Aza. Bagiku, punya sahabat yang bisa bertahan melalui segala kesusahan, yang bisa menjadi tempat berbagi, dan mau mendampingi adalah hal yang istimewa. Walaupun didera masalah, sahabat akan tetap manjadi sahabat. Dan, Daisy dan Aza berhasil menunjukkan hal itu.
    7. Pokoknya suka.💙
    .
    P.s John Green said, "It doesn’t mean there will definitely be a (Turtles All The Way Down) movie, but it means that there might be one." Fingers crossed, everyone!
    .
    P.s.s #WeepingOverGreenBrothers is still a thing because HANK GREEN'S BOOK TITLED "AN ABSOLUTELY REMARKABLE THING" IS GONNA BE OUT ON 25TH OF SEPTEMBER THIS YEAR! (So soon!) And it's available for pre-order.😎 (Kode yha ehehe, siapa tau Penerbit Qanita mau menerjemahkan😂)
    .
    P.s.s. I've lost my artistic self, so I am sorry for the so-so picture.😂
    .
    AYO IKUTAN INI, GUYS!😊 @galuhpuspita27 @madeandreiya @dindaarachman

    #PenerbitQanita #GAPenerbitQanita #GAPenerbitMizan #GiveawayBuku #GiveawayIndonesia #Mizan35

  •  113  6  15 September, 2018